Bank Pasang Target Pertumbuhan Kredit 12,23 Persen di 2018

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 10:35 WIB
Bank Pasang Target Pertumbuhan Kredit 12,23 Persen di 2018 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rata-rata target kredit yang diajukan perbankan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini mencapai 12,23 persen. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rata-rata target kredit yang diajukan perbankan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini mencapai 12,23 persen. Target tersebut berada di atas perkiraaan OJK sebesar 10-12 persen.

Disisi lain, industri perbankan juga mematok target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,16 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, intermediasi perbankan pada tahun lalu mengalami pertumbuhan. Penyaluran kredit perbankan hingga Desember 2017 tumbuh 8,35 persen (yoy) menjadi Rp4.782 triliun, sedangkan DPK tumbuh 9,05 persen (yoy) menjadi Rp5.289 triliun.


"Dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2018, OJK memperkirakan kredit dan DPK perbankan berpotensi untuk tumbuh di kisaran 10-12 persen," ujar Wimboh dalam Pertemuan Tahunan OJK di Jakarta, Kamis (18/1).

Optimisme untuk memacu pertumbuhan kredit, menurut Wimboh, diperlihatkan industri perbankan dalam target-target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang dipatok pada tahun ini. Rata-rata pertumbuhan kredit dipatok sebesar 12,23 persen dan DPK sebesar 11,16 persen.

"Kuatnya permodalan, ketersediaan likuiditas yang memadai, serta terkendalinya tingkat risiko memberikan landasan yang kuat bagi sektor jasa keuangan untuk lebih proaktif dalam menyediakan sumber pendanaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian domestik," terang Wimboh.

Wimboh menyebut, permodalan perbankan hingga Desember 2017 terpantau kuat. Rasio kecukupan modal (Capital to Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 23,36 persen. Kondisi likuiditas perbankan juga memadai, terlihat dari rasio Alat Likuid per Non-Core Deposit (AL/NCD) perbankan tercatat sebesar 90,48 persen.

Kondisi tersebut juga didukung tingkat risiko kredit yang terkendali dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,59 persen dan NPL net 1,11 persen. NPL perbankan pun diyakini bakal mengalami tren penurunan. (agi/agi)