Modal Kuat, Industri Keuangan Topang Ekonomi RI Tumbuh 5,4%

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 19:48 WIB
Modal Kuat, Industri Keuangan Topang Ekonomi RI Tumbuh 5,4% OJK optimiis industri keuangan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,4 persen, didukung oleh permodalan yang kuat. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis industri keuangan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 5,4 persen. Hal tersebut, terutama didukung solidnya indikator sektor jasa keuangan, baik dari sisi permodalan dan likuiditas.

"Kami yakin saktor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen." ujar Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan OJK di Jakarta, Kamis (18/1).

Wimboh memaparkan, permodalan lembaga jasa keuangan terpantau kuat sampai Desember 2017. Rasio kecukupan modal (Capital to Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat sebesar 23,36 persen, jauh di atas ambang batas sebesar 8 persen. Risk-Based Capital (RBC) industri asuransi umum dan asuransi jiwa juga berada di level tinggi, masing-masing 310 persen dan 492 persen, juga di atas ambang batasnya sebesar 120 persen.

Selain itu, menurut dia, gearing ratio perusahaan pembiayaan juga masih tercatat sebesar 2,97 kali, jauh di bawah ambang batas sebesar 10 kali.


"Kuatnya permodalam perbankan juga diikuti dengan likuiditas yang memadai. Pada Desember 2017," terang dia.

Hingga akhir Desember 2017, rasio Alat Likuid per Non Core Deposit (AL/NCD) perbankan tercatat sebesar 90,48 persen, di atas ambang batas sebesar 50 persen. Sementara itu, cadangan dana perbankan yang disimpan di Bank Indonesia (excess reserve) tercatat di kisaran Rp626 triliun.

Kondisi tersebut, menurut Wimboh, juga didukung tingkat risiko kredit yang terkendali dengan rasio NPL gross 2,59 persen dan NPL net 1,11 persen, dengan tren menurun. Sementara itu, rasio Non Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan juga mengalami penurunan menjadi 2,96 persen. (agi/agi)