Total Premi Asuransi Peternak Sapi Melonjak Tiga Kali Lipat

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 20:40 WIB
Total Premi Asuransi Peternak Sapi Melonjak Tiga Kali Lipat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total premi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) mencapai Rp18,43 miliar hingga akhir Desember 2017, naik dari Rp5,4 miliar. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total premi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) mencapai Rp18,43 miliar hingga akhir Desember 2017. Capaian tersebut melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp5,4 miliar.

Kenaikan total premi dari produk asuransi yang diluncurkan sejak Juli 2016 itu tak lepas dari peningkatan jumlah sapi yang diasuransikan. Tercatat, sepanjang tahun lalu, jumlah ternak sapi betina yang diasuransikan mencapai 92.176 ekor atau 76,81 persen dari target 120 ribu ekor sapi di 27 provinsi. Sapi indukan tersebut dimiliki oleh 58.609 peternak.

Sementara itu, pada tahun akhir tahun 2016, jumlah sapi yang diasuransikan baru 27.025 ekor atau 22,52 persen dari target 120 ribu ekor sapi.

Dari sisi premi, hingga akhir tahun lalu, jumlah premi yang ditanggung mencapai Rp9,99 triliun atau turun dari posisi yang sama tahun sebelumnya, Rp11,58 miliar.


"Fitur premi AUTS sama dengan Asuransi Usaha Tani Padi di mana pemerintah menanggung beban premi 80 persen dan peternak sapi menanggung 20 persen," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Moh. Ihsanuddin saat berbincang dengan awak media di Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jumat (12/1).

Sebagai informasi, AUTS diperuntukkan bagi peternak sapi berskala kecil pembibitan dan/atau pembiakan yang menjalankan pratik peternakan yang baik. Sapi yang dilindungi oleh AUTS adalah sapi potong/perah untuk pembiakan yang sehat dan produktif.

Besaran tarif premi AUTS nilainya Rp200 ribu atau dua persen dari nilai pertanggungan nya. Adapun risiko yang dijamin adalah kematian karena penyakit, kecelakaan, dan melahirkan. Selain itu AUTS juga menanggung kerugian atas kehilangan karena pencurian.

Dorong Polis Asuransi Budidaya Udang

Selain AUTS, Ihsanuddin juga mendorong pemasaran produk Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU). Produk yang diluncurkan pada Desember 2017 ini memiliki nilai pertanggungan maksimal sebesar Rp15 juta setahun dan premi sebesar tiga persen. Seluruh premi ditanggung oleh subsidi pemerintah.

"Produk ini merupakan terobosan dan baru pertama kali di dunia," ujarnya.

Ihsanuddin mengungkapkan harga pertanggungan dihitung dari biaya modal usaha yang dikeluarkan untuk pembelian benih benur udang, pakan, dan persiapan lahan. Harga pertanggungannya Rp5 juta per siklus panen dan dalam satu tahun maksimal klaim yang dapat dilakukan tiga kali.

Per akhir Desember 2017, luas lahan yang dilindungi mencapai 3.300 hektare (ha) dengan total premi mencapai Rp1,48 miliar. Jumlah pembudidaya pemegang polis baru 2.004 orang. Karena baru diluncurkan, hingga akhir tahun lalu belum ada permohonan klaim.
(lav/lav)