Sementara, posisi CAD kuartal keempat tahun lalu diproyeksi menyentuh angka 2 persen dari PDB atau meningkat dari posisi kuartal sebelumnya yang sebesar 1,65 persen dari PDB.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, potensi peningkatan impor terlihat dari perekonomian yang diperkirakan tumbuh lebih baik pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2018, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, itu akan mendorong impor. Itu akan mendukung CAD sedikit meningkat di kisaran 2 persen-2,5 persen terhadap PDB," ujarnya di kantornya, Kamis (18/1).
Sementara itu, terhadap pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor ini.
Penerimaan itu bisa menstimulus perekonomian dari indikator konsumsi pemerintah yang kemudian turut mengerek konsumsi masyarakat. Sebab, fiskal pemerintah bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos). (bir)