Maklum, porsi investasi di luar Pulau Jawa menurun pada tahun 2017. Data BKPM menunjukan, jumlah investasi di luar Pulau Jawa tahun 2017 dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp302,9 triliun.
Kepala BKPM Thomas Lembong menyatakan, angka itu memiliki porsi sebesar 43,7 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp692,8 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp389,9 triliun untuk investasi di Pulau Jawa.
"Kalau kami lihat tahun 2017 porsi yang di luar Jawa 43,7 persen, sedangkan tahun 2016 di luar Pulau Jawa 46 persen," ujar Lembong, Selasa (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, program 10 Bali baru yang sedang dirancang oleh pemerintah meliputi beberapa tempat wisata, seperti Candi Borobudur di Jawa Tengah, Gunung Bromo dan Gunung Sumeru di Jawa Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara.
"Investasi pariwisata itu bisa cepat, karena untuk bangun pabrik butuh tiga sampai lima tahun, sementara hotel bisa satu sampai dua tahun," papar Lembong.
Selain itu, investasi pariwisata ini juga bisa menambah lapangan kerja karena bersifat padat karya. Beberapa investasi tersebut ditempatkan dalam bentuk pembangunan restoran, hotel, dan jasa hiburan.
"Kemudian juga banyak menghasilkan devisa," kata Lembong.
Selanjutnya, porsi investasi di luar Pulau Jawa juga dapat didorong oleh kerja sama Indonesia dengan Tiongkok dalam rangka One Belt One Road (OBOR) terkait proyek infrastruktur di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Utara. (lav)