BI: Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar Tahun Ini

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 02/02/2018 15:59 WIB
BI: Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar Tahun Ini Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan (CAD) tahun 2018 bakal ada di kisaran 2,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan (CAD) tahun 2018 bakal ada di kisaran 2,1 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atau melebar dari tahun lalu, sekitar 1,8 persen dari PDB.

"Memang ada peningkatan (CAD),"ujar Agus di Kompleks Masjid BI, Jumat (2/2).

Agus mengungkapkan, melebarnya defisit transaksi berjalan tak lepas dari tren membaiknya perekonomian. Kegiatan ekonomi yang mulai pulih bisa mendongkrak impor bahan baku atau penolong.



"Kalau mau melakukan ekspor ada juga komponen yang harus diimpor sehingga kelihatan ada peningkatan pada defisit transaksi berjalan,"ujarnya.

Kendati melebar, menurut Agus, transaksi berjalan Indonesia masih dalam kisaran yang sehat. Pasalnya, CAD masih ada di kisaran 2 hingga 2,5 persen PDB.

Defisit transaksi berjalan yang terjaga akan berujung pada terjaganya neraca pembayaran di angka positif seperti tahun lalu. Agus menyebutkan, tahun lalu neraca pembayaran Indonesia diperkirakan surplus sebesar US$11,8 miliar.

"Secara umum, saya melihat neraca pembayaran [tahun 2018] akan tetap positif," ujarnya.


Sebelumnya, BI mencatat, arus modal asing yang masuk ke Indonesia meningkat hingga 170 persen dari Rp17 triliun pada Januari 2017 menjadi Rp46 triliun pada Januari 2018.

Agus mengatakan, banjirnya arus modal asing menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi Tanah Air mampu mengikat mata investor untuk mengucurkan dananya ke dalam negeri.

"Ini menunjukkan bagaimana minat investor luar negeri percaya pada ekonomi Indonesia," ucap Agus di kantornya, Jumat (26/1). (gir/bir)