Sekretaris Jenderal AKKI Steve Martha mengaku, pihaknya hingga kini belum diajak berdiskusi maupun memperoleh sosialisasi dari DJP terkait kembali berlakunya kebijakan pembukaan data nasabah kartu kredit tersebut. Jika melihat PMK yang menaungi kebijakan tersebut, menurut Steve, sebenarnya tak banyak ada perubahan dari aturan yang sebelumnya pernah diterapkan.
"Dulu itu (2016) pernah diterapkan lalu ditunda dan dibatalkan. Kami sendiri saat ini, belum diajak diskusi atau sosialisai soal rencana kembali dimintanya penyampaian data nasabah kartu kredit ini," ujar Steve kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah pernah sampaikan dua kali, di akhir Mei dan Juni 2018, sebelum akhirnya kebijakan diputuskan untuk dibatalkan," terang Steve.
"Walaupun kami sudah pernah sampaikan, tapi data tetap perlu diolah, kami tidak bisa memberikan data secara kasar," jelas dia.
Ia juga memperkirakan, penyampaikan data nasabah kartu kredit akan kembali memukul industri kartu kredit. Pasalnya, menurut dia, berdasarkan pengalaman pada 2016 lalu, transaksi kartu kredit langsung anjlok setelah adanya pengumuman kebijakan tersebut.
Kala kebijakan pembukaan data kartu kredit diumumkan pada Maret 2016, efeknya langsung terasa pada bulan berikutnya.
Berdasarkan data statistik sistem pembayaran BI, hingga April 2016, volume maupun nilai transaksi kartu kredit secara industri mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Volume transaksi kartu kredit tercatat turun dari 25,84 juta transaksi dari bulan sebelumnya menjadi 23,68 juta transaksi, sedangkan nilai transaksi kartu kredit menurun dari Rp 24,77 triliun menjadi Rp 22,15 triliun.
Penurunan transaksi kartu kredit pun terus berlanjut hingga menjelang akhir 2016. Kendati mulai pulih di tahun lalu, pertumbuhan transaksi kartu kredit, menurut Steve terbilang masih lemah. Steve juga memperkirakan, pertumbuhan transaksi kartu kredit di tahun ini tak akan jauh berbeda dengan tahun lalu.
"Kami harapkan pertumbuhannya di tahun ini akan mirip dengan tahun lalu, di kisaran 7 persen hingga 8 persen, baik volume maupun nilai transaksi," tambah dia. (agi)