Penawaran jasa MRO itu diwakili oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang merupakan anak usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Rini menjelaskan, jasa MRO yang ditawarkan dibalut dengan konsep saling menguntungkan. Misalnya, Garuda Indonesia membeli pesawat dari Airbus. Di sisi lain, Airbus menggunakan layanan jasa MRO dari Garuda dan PTDI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini lantaran PTDI dianggap memiliki kelebihan dari sisi teknis pengadaan dan pemeliharaan. Sedangkan GMF memiliki kelebihan dari sisi pemeliharaan, sehingga cocok untuk ditawarkan dengan skema kerja sama seperti ini.
Rini bilang, hal ini agar ada pertukaran teknologi dari para perusahaan produksi pesawat kelas dunia ke Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam negeri, sehingga kemampuan tenaga kerja aviasi Indonesia terus meningkat dan mampu bersaing dengan negara lain.
Selain itu, hal ini juga bisa mendongrak daya saing perusahaan, khususnya yang merupakan BUMN dan anak BUMN, yang pengawasannya dilakukan oleh Rini.
Kendati begitu, ia belum menyebut ada kesepakatan atas tawarannya ini. "Ini masih penjajakan, tapi kami komunikasikan," pungkasnya. (lav)