Rini Bantah Percepatan Proyek BUMN Picu Kecelakaan Kerja

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 15:44 WIB
Rini Bantah Percepatan Proyek BUMN Picu Kecelakaan Kerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menilai kecelakaan kerja yang banyak terjadi dalam proses konstruksi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Singapura, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menilai kecelakaan kerja yang banyak terjadi dalam proses konstruksi, terutama pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelat merah, bukan disebabkan target pembangunan infrastruktur yang tergesa-gesa oleh pemerintah.

Menurut Rini, percepatan pembangunan infrastruktur yang diminta oleh pemerintah, tetap menyesuaikan kemampuan dari masing-masing kontraktor dan tingkat kesulitan proyek.


"Menurut saya tidak (karena percepatan target pembangunan), karena tetap disesuaikan. Memang kami mendorong pembangunan yang efisien dan cepat, cuma memang yang utama tetap keamanan," ujar Rini kepada CNNIndonesia.com di sela perhelatan Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Area, Rabu (7/2).


Percepatan pembangunan infrastruktur, lanjutnya, justru dilakukan pemerintah agar dampaknya terhadap perekonomian masyarakat cepat terasa.

"Hal yang terjadi justru ekonomi Indonesia membaik karena banyak sekali pembangunan dimana-mana, apakah itu jalan, gedung, rumah susun, bendungan. Jadi ini semua penekanannya bahwa infrastruktur justru berdampak," jelasnya.

Bersamaan dengan itu, menurutnya, kecelakaan kerja konstruksi yang belakangan terjadi murni karena faktor lain, misalnya ada kelalaian dari pihak pekerja atau pengaruh dari faktor alam.

Untuk itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi lebih ketat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengawasi tingkat keamanan dari para kontraktor. Bahkan, tak hanya kontraktor BUMN, tetapi juga kontraktor swasta.


"Saya sudah bicara dengan Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan, bagaimana agar kami terus melakukan pembangunan yang mengutamakan tingkat keselamatan, terutama keselamatan karyawannya, maupun juga lingkungan," jelasnya.

Sayangnya, Rini enggan menjelaskan lebih rinci mengenai apa saja hal-hal yang akan diawasi lebih ketat oleh pemerintah dan bagaimana caranya untuk meminimalisir banyaknya kecelakaan kerja konstruksi. (lav/bir)