Menurut Rini, percepatan pembangunan infrastruktur yang diminta oleh pemerintah, tetap menyesuaikan kemampuan dari masing-masing kontraktor dan tingkat kesulitan proyek.
"Menurut saya tidak (karena percepatan target pembangunan), karena tetap disesuaikan. Memang kami mendorong pembangunan yang efisien dan cepat, cuma memang yang utama tetap keamanan," ujar Rini kepada CNNIndonesia.com di sela perhelatan Singapore Airshow 2018 di Changi Exhibition Area, Rabu (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang terjadi justru ekonomi Indonesia membaik karena banyak sekali pembangunan dimana-mana, apakah itu jalan, gedung, rumah susun, bendungan. Jadi ini semua penekanannya bahwa infrastruktur justru berdampak," jelasnya.
Untuk itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi lebih ketat dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengawasi tingkat keamanan dari para kontraktor. Bahkan, tak hanya kontraktor BUMN, tetapi juga kontraktor swasta.
"Saya sudah bicara dengan Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan, bagaimana agar kami terus melakukan pembangunan yang mengutamakan tingkat keselamatan, terutama keselamatan karyawannya, maupun juga lingkungan," jelasnya.
Sayangnya, Rini enggan menjelaskan lebih rinci mengenai apa saja hal-hal yang akan diawasi lebih ketat oleh pemerintah dan bagaimana caranya untuk meminimalisir banyaknya kecelakaan kerja konstruksi. (lav/bir)