"Intinya, kami menjaga petani agar harga jangan di bawah HPP. Kami juga membentuk tim sergap di daerah sentral produksi,"ujar Amran di Jakarta, Kamis (8/2).
Saat ini, menurut Amran, panen padi sudah hampir menyeluruh di semua wilayah penghasil beras. Ia juga telah mengunjungi langsung sejumlah sentra produksi beras, seperti Garut, Sukabumi, dan Pati.
Seiring panen tersebut, menurut dia, harga gabah kering petani saat ini sudah mengalami penurunan sebesar 25 persen hingga 30 persen. Ia mencontohkan, harga gabah kering petani di Pati yang saat ini sudah berada di kisaran Rp3.900 hingga Rp4.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya linear (harga gabah dan beras), harusnya (harga beras turun) 25 sampai dengan 30 persen. Jadi apa yang harus dilakukan? Membenahi rantai pasok," imbuh Amran.
Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata harga beras medium nasional sudah mencapai Rp12.100 per kilogram per 8 Januari 2018. Angka ini meningkat cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya yakni Rp11.950 per kilogram. (agi)