Usai 'Tutup' Alexis, Sandiaga Ajak Pengusaha Dialog

STK & CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 16:19 WIB
Usai 'Tutup' Alexis, Sandiaga Ajak Pengusaha Dialog Pemerintah Provins DKI Jakarta melakukan dialog dengan sejumlah pengusaha dalam rangka mengembalikan kepercayaan usai 'menutup' usaha griya pijat Alexis. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan dialog dengan sejumlah pengusaha dan investor dalam rangka mengembalikan rasa kepercayaan mereka untuk terus berinvestasi di DKI Jakarta. Hal ini terkait tindakan Pemprov yang belum lama ini tidak memperpanjang izin usaha griya pijat Alexis.

"Hari ini kita kumpulin Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). Asosiasi perhotelan dan restoran juga sudah bertemu kemarin," ujar Sandiaga di kawasan Balai Kota, Jakarta, Jumat (9/2).

Dialog ini juga dilakukan dalam rangka mengimbau para pengusaha dan investor untuk tetap menjalankan peraturan dan ketentuan, misalnya menjaga tempat usaha mereka agar tidak digunakan sebagai tempat prostitusi, narkoba, dan perjudian.



Hal ini dilakukan agar situasi yang kondusif bisa tercipta. Lewat situasi yang kondusif, Sandiaga berharap lapangan kerja dalam usaha pariwisata seperti perhotelan, restoran, kafe-kafe maupun tempat-tempat hiburan bisa tercipta.

Sandiaga berharap, dengan dialog terbuka antar pengusaha, investor dan pemerintah, hal ini bisa mengembalikan rasa kepercayaan dari para investor untuk terus berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja.

"Nah perlu terus dialog, perlu terus berbaik sangka, bukan berburuk sangka. Dan perlu terus mengingatkan," kata Sandiaga.

Sebelumnya, hotel dan griya pijat Alexis yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara tidak diperpanjang izin operasionalnya dan ditutup sejak akhir Oktober lalu.

Hanya saja, izin unit usaha lain di gedung eks hotel tersebut masih beroperasi, seperti 4Play Club & Bar Lounge, restoran, XiSKaraoke, dan BathHouse.


Terkait hal ini, Sandi mengimbau agar para pengusaha bisa bekerja sama dengan pemerintah terkait usaha-usaha yang mereka lakukan di Jakarta.

Sandi menyebut, Pemprov ingin mendorong dunia usaha, terutama di bidang pariwisata. Namun, semua bisnis yang ada di Jakarta tetap harus sesuai aturan.

"Kami ingin bekerja sama (dengan pengusaha) karena narkoba dan prostitusi itu adalah potret metropolis yang ingin kami tinggalkan," kata Sandi. (gir)