Bank Dunia Jamin Acara Tahunan di Bali Bakal Aman

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 10/02/2018 03:44 WIB
Bank Dunia menyatakan pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung. Bank Dunia menyatakan pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persiapan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Bali pada Oktober 2018 terus dilakukan. Bank Dunia menyatakan pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung.

Sekretaris Media Kelompok Bank Dunia David Theis mengatakan, pihaknya tak memiliki kekhawatiran berlebihan atas aktivitas vulkanik dan seismik Gunung Agung.

"Yang kami dengar dari pemerintah, lokasi gunung berapi jauh dari lokasi acara. Tak ada kekhawatiran yang disampaikan bahwa akan terjadi sesuatu yang akan mengganggu terselenggaranya pertemuan, terlepas dari aktivitas vulkanik," ujar Theis saat memberikan pengarahan kepada media di Hotel Atlet Century Park, Jumat (9/2).



Hingga saat ini, lanjut Theis, diskusi dengan pemerintah Indonesia fokus membahas penyelenggaraan pertemuan di Bali, tidak ada lokasi lain. Bank Dunia percaya terhadap rencana kontingensi yang disiapkan oleh pemerintah Indonesia seandainya terjadi kendala akibat aktifitas Gunung Agung.

"Tidak ada diskusi mengenai plan B, rencananya adalah menyelenggarakan pertemuannya di sini [Bali]," ujarnya

Theis mengungkapkan gelaran pertemuan tahunan ini akan dihadiri oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, dan pemangku kepentingan lain dari 189 negara. Diperkirakan, sekitar 15 ribu hingga 20 ribu anggota delegasi dan media dari berbagai negara akan mengunjungi Bali selama pertemuan itu berlangsung.

Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi industri terkait pariwisata di Bali seperti perhotelan, restoran, dan bisnis lokal yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS. Selain itu, negara juga akan mendapatkan penerimaan pajak dari peningkatan aktivitas tersebut.


"Secara historis, pertemuan tahunan dan industri pariwisata akan mendatangkan keuntungan substansial kepada perekonomian tuan rumah, khususnya di negara berkembang atau kawasan di mana pertemuan memungkinkan kawasan mempromosikan dirinya sendiri," ujarnya.

Hal terpenting, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk suara Indonesia didengar oleh dunia. Dalam kegiatan ini, Indonesia bisa memamerkan potensi dan pencapaiannya, baik di bidang perekonomian maupun kebudayaan.

Pertemuan Utama Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 12-14 Oktober 2018. Pertemuan tersebut akan didahului dengan sejumlah agenda seperti seminar dan acara lain untuk membahas perkembangan perekonomian dunia. (gir/gir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK