ADB Siap Kucurkan Utang US$2 Miliar untuk Indonesia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 17:33 WIB
ADB Siap Kucurkan Utang US$2 Miliar untuk Indonesia ADB siap mengucurkan dana pinjaman US$2 miliar per tahun mulai tahun ini untuk pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) siap mengucurkan dana pinjaman sebesar US$2 miliar untuk Indonesia di tahun ini. Kucuran dana pinjaman tersebut rencananya untuk mendukung pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik.

"Kami menyiapkan kira-kira US$2 miliar per tahun," ujar Wakil Presiden ADB Bidang Pengelolaan Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan Bambang Susantono di Hotel Grand Hyatt, Selasa (20/2).

Infrastruktur sektor fisik, antara lain pembiayaan untuk sektor energi, irigasi, dan kontruksi infrastruktur dasar. Di sektor nonfisik, ADB akan membantu pelaksanaan program vokasional, pendidikan, dan pelatihan guna mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia dan produktivitas.



Bambang mengungkapkan, pinjaman akan dikucurkan sesuai permintaan. Tahun lalu, sekitar 70 persen dana pinjaman ADB di Asia Pasifik yang mencapai US$30 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur fisik konvensional.

Sementara sisanya untuk sektor sosial, termasuk program pendidikan dan kesehatan. Tahun ini, porsi pinjaman untuk program sosial akan diperbesar. Misalnya, untuk mendukung program pendidikan vokasional.

"Hampir semua negara meyakini bahwa SDM adalah kunci. Boleh kita bangun infrastruktur, boleh kita bangun iklim berusaha, tetapi akhirnya pelaku ekonominya yang akan menentukan di pasar," katanya.


Bambang mengingatkan, di masa peralihan ke arah digital, perbaikan kualitas SDM tak bisa dielakkan. Jika tidak, kebutuhan pekerjaan di masa datang tak bisa lagi dipenuhi oleh pasar tenaga kerja dan menciptakan pengangguran.

Sebagai informasi, ADB merupakan salah satu kreditur lembaga internasional terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bappenas, hingga akhir paruh pertama tahun lalu, ADB mengucurkan 13 pinjaman senilai total US$1,14 miliar. Sebesar US$287,7 juta diantaranya sudah ditarik oleh pemerintah Indonesia. (bir)