Bank Indonesia 'Rayu' Korporasi Ambil Kredit Bank

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 00:02 WIB
Bank Indonesia 'Rayu' Korporasi Ambil Kredit Bank Bank Indonesia mengakui pertumbuhan kredit bank yang melambat hanya di level 8,2 persen sepanjang 2017 tak lepas dari minimnya permintaan kredit korporasi. (Courtesy bi.go.id).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuhan kredit bank yang melambat hanya di level 8,2 persen sepanjang tahun lalu tak lepas dari minimnya permintaan kredit korporasi ke perbankan Tanah Air.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo berharap korporasi mulai meningkatkan permintaan kredit ke perbankan pada tahun ini, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan kredit bank yang ditargetkan di kisaran 10-12 persen.

Meski di satu sisi, bank juga lebih selektif memberikan kredit lantaran tengah 'membersihkan' kredit yang bermasalah.

"Untuk memperbaikinya, harus juga diperbaiki dari faktor demand (permintaan) kredit. Jadi korporasi juga harus konsolidasi agar mereka siap untuk ekspansi lagi," ujar Agus usai memberi kuliah umum di Perbanas Institute, Rabu (21/2).


Menurut Agus, permintaan kredit dari korporasi tahun lalu rendah lantaran dunia usaha masih menahan diri sembari melihat kondisi perekonomian dan pasar yang penuh ketidakpastian.

Selain itu, ia menilai beberapa korporasi masih belum siap mengambil kredit lantaran pinjaman yang terdahulu banyak yang bermasalah.

Hal ini membuat korporasi berusaha untuk menunaikan kewajiban pengembalian lebih dulu, sebelum mengambil kredit baru.

"Banyak sekali korporasi yang melakukan konsolidasi karena sejak tahun 2000-2012 merek menikmati comodity boom dengan harga komoditas yang luar biasa tinggi. Nah, begitu harganya berjatuhan, mereka sulit mengembalikan kredit ke bank, sehingga banyak yang bermasalah," jelasnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi domestik dan global lebih baik karena peningkatan harga komoditas, Agus berharap korporasi mulai kembali berekspansi dan mengambil kredit ke bank.

Di sisi lain, 'bersih-bersih' kredit bermasalah yang dilakukan bank tahun lalu seharusnya sudah selesai, sehingga kedua belah pihak bisa bekerja sama meningkatkan pertumbuhan kredit tahun ini. (lav/bir)