BPS Catat Harga Beras Premium Naik 0,31 Persen di Februari

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 15:01 WIB
BPS Catat Harga Beras Premium Naik 0,31 Persen di Februari Kenaikan harga rata-rata beras juga terjadi untuk kualitas medium sebesar 0,37 persen menjadi Rp10.215 per kg. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata harga beras kualitas premium pada bulan Februari 2018 meningkat 0,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp10.382 per kilogram (kg).

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kenaikan harga rata-rata beras juga terjadi untuk kualitas medium sebesar 0,37 persen menjadi Rp10.215 per kg.

"Sementara untuk (harga beras) kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.987 per kg, naik 1,99 persen," terang Suhariyanto, Kamis (1/3).


Adapun, bila dibandingkan dengan bulan Februari tahun 2017, harga beras seluruh kualitas juga meningkat. Suhariyanto merinci, beras kualitas premium naik 10,35 persen, kualitas medium 12,9 persen, dan kualitas rendah 16,34 persen.


"Sebenarnya sudah ada penurunan di beberapa tempat tapi secara rata-rata masih naik," kata dia.

Lebih lanjut Suhariyanto memaparkan, harga gabah kering panen (GKP) pada Februari 2018 di tingkat petani justru turun 3,84 persen menjadi Rp5.207 per kg. Sementara itu, untuk harga gabah kering giling (GKG) di petani turun tipis 0,68 persen.

"Untuk harga gabah kualitas rendah di petani 3,39 persen," sambung Suhariyanto.


Secara keseluruhan, kenaikan harga beras mempengaruhi inflasi bulan Februari 2018 dengan andil 0,04 persen. Namun begitu, Suhariyanto masih optimis harga beras akan turun seiring dengan musim panen raya.

"Jadi akan berpengaruh cukup baik nantinya untuk inflasi bulan Maret 2018," pungkas Suhariyanto.

Sebagai informasi, BPS mencatat inflasi bulan Februari 2018 sebesar 0,17 persen bila dilihat secara bulanan. Sementara, inflasi secara tahun kalender tercatat sebesar 0,79 persen. (agi/agi)