Premium Langka, Pertamina Diminta Perbanyak Stok Premium

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 19:46 WIB
Premium Langka, Pertamina Diminta Perbanyak Stok Premium BPH migas meminta Pertamina menambah stok premium di pasaran, seiring kelangkaan BBM tersebut di sejumlah daerah, seperti Lampung dan Riau. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) meminta PT Pertamina (Persero) memperbanyak stok premium di pasaran, seiring langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut di sejumlah daerah, seperti Lampung dan Riau.

"Di Lampung, mereka sudah pada demostrasi. Mahasiswa demostrasi karena enggak ada premium," ujar Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin (5/3).

Tahun ini, Pertamina mendapatkan tugas untuk menyalurkan premium sebanyak 7,5 juta kl atau turun dari tahun lalu, 12,5 juta kl. Selain itu, perseroan juga mendapatkan penugasan untuk menyalurkan solar sebesar 15,37 juta kl dan minyak tanah sebesar 610 ribu kl.



Alih-alih menjual premium, Fanshurullah menuding perseroan lebih memilih memperbanyak penjualan BBM beroktan 90 atau Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pasalnya, harga Pertalite diatur oleh perseroan mengikuti harga pasar.

Seiring dengan harga minyak dunia yang naik, selisih antara harga premium yang dipatok Rp6.450 per liter berpotensi melebar dengan harga Pertalite yang saat ini dijual Rp7.500 per liter di Jawa-Madura-Bali (Jamali).

"Kami persilakan jual Pertalite, biar mau pindah ke Pertalite, tetapi kalau masyarakat masih butuh premium ya harus ada," ujarnya.


Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapka, perseroan mengikuti ketentuan pemerintah terkait penyaluran BBM penugasan seperti yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

"Patokannya kan Perpres," ujar Adiatma kepada cnnindonesia.com.

Terkait kelangkaan premium di Lampung, pihaknya masih belum bisa berkomentar karena harus melakukan pengecekan. (agi/agi)