Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Masih Sepi Pembeli

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 11:11 WIB
Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Masih Sepi Pembeli PT KAI (Persero) mengakui belum ada lonjakan pembelian tiket kereta api untuk mudik lebaran 2018, meski penjualannya telah dimulai sejak kemarin, Rabu (7/3). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membuka penjualan tiket kereta api untuk mudik lebaran 2018. Namun, hingga hari kedua ini, penjualannya masih sepi diburu pembeli.

Arifina Budi (24), pekerja swasta, yang kerap pulang kampung ke Yogyakarta untuk merayakan lebaran mengaku belum berniat membali tiket kereta api.

"Tidak tertarik untuk pesan jauh-jauh hari karena kalau awal-awal biasanya ramai, server suka down atau apa. Kalau penawaran awal-awal saya memang jarang ikut," cerita Arifina kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/3).


Kendati demikian, ia tahu betul KAI memang rutin melayani penjualan tiket mudik 90 hari sebelum lebaran. Hanya saja, lagi-lagi ia memilih memesan di dekat waktu keberangkatan. Selain karena menghindari server yang terganggu, Arifina juga mengaku sedang menunggu jadwal libur dari kantornya.


"Takutnya sudah pesan tiket, tapi tiba-tiba saya ada kerjaan dari kantor. Saya masih lihat kondisi," tutur Arifina.

Arifina mengatakan, ia akan pulang kampung pada lima atau tiga hari sebelum lebaran. Terkait harga, ia berharap harga jual tiketnya tidak menyentuh Rp200 ribu.

Cerita yang sama juga datang dari Yuana Fatwallah (23). Ia juga belum memesan tiket kereta api, meski KAI telah membuka penjualan sejak kemarin karena terbentur pekerjaan.

Namun, Yuana mengaku akan memesan tiket dalam minggu ini karena khawatir kehabisan tiket. Rencananya, ia membeli tiket untuk mudik pada 12 Juni mendatang.


"Suka naik kereta api karena lebih murah, pelayanan kereta juga semakin bagus. Lebih dekat dengan rumah," ucap Yuana.

Sepinya pemesanan pada hari-hari pertama penjualan tiket mudik kereta api diamini oleh manajemen KAI. Bila melihat data pemesanan kemarin, Rabu (7/3), ia mengaku belum ada permintaan yang melonjak.

"Belum terdapat euforia hari ini, KAI mengantisipasi pada saat lima hari baru akan terjadi lonjakan yang signifikan," kata Didiek.

Sementara, Kepala Humas KAI, Agus Komarudin memaparkan, masyarakat dalam memesan melalui aplikasi KAI access dan website KAI di tiket.kai.id. Dalam hal ini, masyarakat akan terlayani selama 24 jam.


"Kalau melalui loket reservasi di stasiun, petugas melayani mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB," terang Agus.

Pemesanan tiket mudik tahun ini bakal berlangsung sejak 7 maret hingga 30 Maret. Tanggal pemesanan dan keberangkatan telah diatur oleh KAI, misalnya tiket untuk keberangakatan 5 Juni bisa dipesan pada 7 Maret.

Kemudian, untuk tiket keberangkatan setelah lebaran juga bisa dilakukan mulai 19 Maret. Operasional kereta api juga tetap berjalan saat hari lebaran, sehingga tetap ada jadwal keberangkatan pada 15 Juni dan 16 Juni. (bir)