Jokowi Minta Kerja Sama Ekonomi RI-Australia Rampung 2018

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 04:17 WIB
Jokowi Minta Kerja Sama Ekonomi RI-Australia Rampung 2018 Presiden Joko Widodo mendesak perundingan kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA) rampung 2018. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mendesak perundingan kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia (Indonesia-Australia Comperhensive Economy Partnership Agreement/IA-CEPA) bisa rampung tahun ini.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI Edi Yusuf mengatakan permintaan itu akan diutarakan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malcolm Turnbull di Sydney, Australia, 16 Maret mendatang.

"Perundingan IA-CEPA hari ini masih dibahas kedua negara di tingkat pejabat senior Kemlu dan diharapkan ada hasil bagus. Jika tidak, Jokowi dan Turnbull akan berdiskusi nanti untuk berupaya rampungkan perjanjian tersebut tahun ini," ucap Edi di Jakarta, Kamis (8/3).

IA-CEPA diinisiasi kedua negara beberapa tahun lalu sebagai bentuk penguatan kerja sama antara Jakarta dan Canberra. Jokowi sebelumnya menginginkan perjanjian ini bisa rampung 2017 namun ternyata meleset dari target.


Perjanjian ini bertujuan memperbesar kesempatan dan pasar bagi pengusaha serta investor dari kedua negara. Kerangka kerja sama ini akan memungkinkan hambatan perdagangan antara kedua negara semakin diminimalisir, salah satunya mengenai tarif.

IA-CEPA pertama digagas tahun 2010 lalu namun perundingan sempat tertunda. Pada Maret 2016 lalu, menteri perdagangan Indonesia dan Australia sepakat melanjutkan negosiasiIA-CEPA.

Edi mengatakan percepatan perundinggan IA-CEPA menggambarkan upaya kedua negara memperkuat kerja sama terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Selain bertemu Turnbull, tujuan lawatan Jokowi adalah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Australia di Sydney, 18 Maret mendatang.

Sejumlah dokumen yang akan dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah nota kesepahaman dalam bidang terorisme Australia-ASEAN dan Deklarasi Sydney.

Direktur Kerjasama Eksternal ASEAN Benny Siahaan mengatakan KTT kali ini special karena pertama kali digelar di luar negara Asia Tenggara.

"Sydney Declaration adalah dokumen yang akan diadopsi para pemimpin negara ASEAN dan Australia yang berisi tentang komitmen rencana aksi ASEAN dan Australia. Sementara MoU terorisme terfokus pada penguatan langkah konkret kedua belah pihak dalam menanggulangi terorisme," kata Benny.

Dari Australia, Jokowi direncanakan bertolak ke Selandia Baru 18-19 Maret untuk merayakan peringatan 60 tahun hubungan bilateral kedua negara.

Jokowi dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat tinggi setempat seperti Perdana Menteri Jacinda Ardern dan Gubernur Jenderal Dame Patsy Reddy.

Lawatan ini merupakan kunjungan balasan setelah PM Selandia Baru John Key berkunjung ke Jakarta pada 2016 lalu.

Selama di Australia dan Selandia Baru, Jokowi akan ditemani sejumlah menteri kabinet seperti Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. (lav)