Dimulai April, Program Replanting Sawit Habiskan Dana Rp4,6 T

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 10:51 WIB
Dimulai April, Program Replanting Sawit Habiskan Dana Rp4,6 T Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan program peremajaan tanaman(replanting) kelapa sawit siap berjalan lagi mulai April 2018. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan program peremajaan tanaman(replanting) kelapa sawit siap berjalan lagi mulai April 2018, setelah sempat tertunda dari jadwal semula pada Februari lalu.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) mengalokasikan dana sekitar Rp4,6 triliun dari dana pungutan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO).

Kali ini, ada lima kabupaten di Provinsi Riau yang menjadi titik replanting yaitu, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, dan Pelalawan dengan total luas mencapai 30 ribu hektar.



"Tanggal pastinya nanti, tapi April awal mulai," ujar Darmin saat ditemui di kawasan Senayan, Rabu (14//3).

Darmin menyampaikan program replanting kembali digencarkan tahun ini, setelah pemerintah berhasil menyelesaikan program sertifikasi lahan perkebunan sawit bagi petani mencapai lima juta hektar pada 2017.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menambahkan, selain Riau, pemerintah terus mengidentifikasi titik-titik lain di Indonesia untuk diremajakan.

"Bahkan, Papua sudah kirimkan data mereka agar bisa melakukan replanting. Jadi kami persilahkan untuk daftarkan, kami identifikasi, dan di proses," ucapnya pada kesempatan yang sama.

Tahun lalu, pemerintah mereplanting sekitar 20 ribu hektar lahan sawit. Sedangkan tahun ini, target replanting pemerintah mencapai 185 ribu hektar. Dari target itu, diharapkan sekitar 10-20 ribu hektar lahan diremajakan setiap bulannya.

Meski begitu, ia bilang, keberhasilan program tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari ketersediaan benih, pembersihan lahan, cuaca, dan lainnya.


Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Dono Boestami mengatakan dengan target luasan replanting itu, institusinya mengalokasikan sekitar Rp4,6 triliun dari dana sawit. Dana sawit ini dikelola BPDP-KS dari hasil pungutan ekspor CPO.

"Tahun ini sampai 22 persen (dari total dana sawit), tahun lalu hanya 5 persen. Sisanya untuk delapan program lain, termasuk biodiesel," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Namun, alokasi dana sawit untuk replanting tahun ini bisa saja lebih besar dari asumsi awal bila program peremajaan membutuhkan anggaran yang besar.

Bahkan, bila dana sawit tak cukup untuk mendanai replanting, dapat ditutup dengan menggunakan dana hibah, penerbitan instrumen utang, hingga opsi terakhir menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (lav/lav)