Dicopot BNI, Panji Irawan Duduki Kursi Direktur Bank Mandiri

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 19:20 WIB
Dicopot BNI, Panji Irawan Duduki Kursi Direktur Bank Mandiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri mengangkat Panji Irawan sebegai Direktur Keuangan, eks Direktur di BNI. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengangkat Panji Irawan sebagai Direktur Keuangan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan. Pengangkatan Panji ini dilakukan satu hari seusai diberhentikan dari jabatan sebelumnya sebagai Direktur Treasury dan International PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Selain mengangkat Panji, RUPST Bank Mandiri juga memberikan kursi Direktur Retail Banking kepada Donsuwan Simatupang, eks Direktur Manajemen Risiko PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Secara keseluruhan, Bank Mandiri memiliki empat orang baru yang menghiasi kursi direksi, dimana dua lainnya merupakan Senior Executive Vice President (SEVP) perusahaan yang mendapat kenaikan jabatan.



Yaitu, Agus Dwi Handaya sebagai Direktur Kepatuhan dan Alexandra Askandar sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan. Sebelumnya, keduanya masing-masing menjabat sebagai SEVP Corporate Transformation and Finance dan SEVP Corporate Banking.

"Pengangkatan ini menyusul berakhirnya masa tugas Ogi Prastomiyono, Tardi, dan Kartini Sally sebagai direksi perseroan periode sebelumnya," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan tertulis, Rabu (21/3).

Sementara, Kartika Wirjoatmodjo sendiri masih menjabat sebagai Direktur Utama, Sulaiman Arif Arianto sebagai Wakil Direktur Utama, Royke Tumilaar sebagai Direktur Corporate Banking, dan Hery Gunardi sebagai Direktur Bisnis dan Jaringan.


Lalu, Ahmad Siddik Badruddin sebagai Direktur Manajemen Risiko, Rico Usthavia Frans sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Operasi, serta Darmawan Junaidi sebagai Direktur Treasuri dan Internasional Banking.

Selain mengganti anggota direksi perseroan, RUPST juga memutuskan pembayaran dividen sebesar Rp9,28 triliun atau 45 persen dari total laba bersih dalam pembukuan 2017 yang mencapai Rp20,6 triliun.

Dividen itu terbagi atas dividen umum sebesar Rp6,8 triliun dan dividen spesial Rp3,02 triliun. Sedangkan sisanya, sebanyak Rp11,32 triliun digunakan sebagai laba ditahan.


"Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya," pungkasnya. (bir)