Kadin: Blockchain Bikin Kinerja Perusahaan Lebih Efisien

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 06:01 WIB
Kadin: Blockchain Bikin Kinerja Perusahaan Lebih Efisien Kadin menilai teknologi blockchain dapat mendorong produktivitas dan efisien industri dan mampu meningkatkan perekonomian nasional. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan teknologi blockchain dapat membuat kinerja perusahaan lebih efisien, sehingga akan mendorong produktivitas industri dan mampu meningkatkan perekonomian nasional.

"Teknologi blockchain bisa masuk ke semua industri, tidak spesifik," kata di Jakarta, Rabu (21/3).

Tahun lalu, Rosan menyebut dana lebih dari US$2 miliar mengalir ke perusahaan besar berbasis blockchain di luar negeri. Hal itu menjadi gambaran dari perkembangan pesat investasi blockchain di luar negeri.



Dari investasi yang masif tersebut tergambar bahwa investor mulai terdorong menggunakan aplikasi berbasis blockchain untuk menjaga dan meningkatkan daya saing.

Namun, kata Rosan, dunia usaha di Indonesia masih belum banyak tahu secara komprehensif mengenai teknologi blockchain. Padahal, blockchain adalah perluasan industri 4.0 yang perlu diantisipasi dan dioptimalkan.

Menurut dia, blockchain berpotensi memangkas biaya dan prosedur di dunia industri. Hal tersebut menjadi poin penting dari revolusi industri.


Oleh karena itu, Kadin dalam hal ini, mendukung masuknya teknologi blockchain ke Indonesia. Hal itu dilakukan dengan turut sertanya Kadin dalam meresmikan terbentuknua Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) pada Rabu (21/3). Asosiasi ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berinovasi dalam hal blockchain.

"Kadin ingin mensosialiasi karena ini merupakan hal yang baru bagi kami. Saya yakin pasti banyak pihak di Kadin yang belum mengetahui secara komprehensif mengenai blockchain," tutur Rosan.

Lebih lanjut Rosan mengungkapkan Kadin akan menjembatani asosiasi dengan pemerintah terkait regulasi mengenai blockchain. Ia menilai masih terjadi pro dan kontra di pemerintah, karena teknologi blockchain masih sangat baru di Indonesia.


"Tentu kami lakukan supaya bisa berjalan dan satu platform dengan pemerintah. Kebijakan pemerintah untuk mendorong agar blockchain membawa manfaat secara ekonomi semua pihak perlu duduk bersama, Kadin bisa memfasilitasi itu. Itu saya rasa menjadi hal yang paling penting," tutur Rosan.

Sementara itu Ketua Umum Sementara ABI Oscar Darmawan mengatakan asosiasinya baru memiliki enam anggota, yakni Blockchain Zoo, Blocktech Indonesia, Indonesian Blockchain Network, Pundi X, INDODAX, dan Luno.

"Masih banyak sekali perusahaan yang mulai aktif, kami ingin mengajak mereka untuk menjadi anggota asosiasi," imbuh dia. (bir)