Kemendag Minta Kementan Bertolak ke Brazil Tinjau Daging Sapi

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 13:46 WIB
Kemendag Minta Kementan Bertolak ke Brazil Tinjau Daging Sapi Kementerian Perdagangan meminta Kementerian Pertanian segera bertolak ke Brazil untuk memastikan daging sapi yang akan diimpor bebas penyakit. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan meminta Kementerian Pertanian segera bertolak ke Brazil untuk memastikan daging sapi yang akan diimpor terbebas dari penyakit kuku dan mulut. Hal itu dilakukan agar daging sapi asal Brazil bisa lekas tiba sebelum hari raya lebaran yang jatuh pada Juni 2018 nanti.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menargetkan daging sapi impor dari Brazil bisa tiba pada April nanti.

"Itu yang harus kami kejar, segera berangkat (tim dari Kementerian Pertanian) supaya begitu April sudah bisa berangkat dari sana," katanya, Kamis (22/3).



Kementan memproyeksi kebutuhan daging sapi antara Mei dan Juni berada di angka 119 ribu ton. Rencananya, 76 ribu ton dipasok dari dalam negeri, dan sisanya didatangkan dari impor.

Hanya saja, Oke masih belum bisa memastikan berapa jumlah kuota impor daging sapi asal Brazil tersebut. Ia masih menunggu kepastian dari pihak Kementan.

"Tanya dulu ke Kementan, timnya kapan berangkat," tutur Oke.


Lebih lanjut, Oke menyebut kebutuhan daging sapi per tahunnya sebesar 660 ribu ton dengan rata-rata kebutuhan per bulannya sebanyak 55 ribu ton. Namun, pasokan daging sapi nasional hanya bisa memenuhi kebutuhan sebanyak 35 persen sampai 40 persen dan sisanya selalu dari impor.

"Sepertinya akan kekurangan 233 ribu ton (daging sapi) dalam satu tahun. Karena, pasokan dalam negeri tidak memenuhi kebutuhan sebesar 660 ribu ton dalam setahun. Sehingga, nanti itu akan diatur dari mana masuknya siapa dan bagaimana impornya itu bertahap," papar Oke.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan pemerintah tengah menjajaki peluang impor daging sapi dari Brazil selain dari Australia. Dengan langkah ini, pemerintah ingin negara asal impor daging sapi bisa lebih beragam.


Diversifikasi negara asal impor ini dimaksudkan agar bisa mendapatkan pasokan daging yang lebih murah. Sebab, pemerintah ingin agar daging sapi bisa turun di bawan harga Rp100 ribu per kilogram (kg) sebelum ibadah puasa dua bulan lagi.

Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 22 Maret 2018, harga rata-rata daging sapi kualitas 1 nasional di angka Rp116.900 per kilogram (kg). Sementara, harga daging sapi kualitas 2 di angka Rp108.050 per kg. (bir)