Menteri Jonan Ingatkan Orang Kaya Tak Gunakan Listrik Subsidi

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 18:07 WIB
Menteri Jonan Ingatkan Orang Kaya Tak Gunakan Listrik Subsidi Menteri ESDM Ignasius Jonan mengingatkan masyarakat mampu untuk tidak menjadi pelanggan listrik bersubsidi. (ANTARA FOTO/Jojon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengimbau masyarakat mampu untuk tidak menjadi pelanggan listrik bersubsidi. Dengan demikian, subsidi yang diberikan pemerintah bisa mencukupi untuk kelompok masyarakat yang memang berhak.

"Saya mengimbau kalau masyarakat yang memang tidak betul-betul perlu disubsidi jangan mendaftarkan diri untuk mendapatkan fasilitas kelompok pelanggan yang dapat subsidi," ujarnya saat menghadiri Diseminasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2018 - 2027 di Auditorium Kantor Pusat PLN, Kamis (22/8).

Subsidi listrik diberikan pemerintah untuk menjaga agar tarif listrik tetap bisa terjangkau bagi masyarakat yang kurang mampu. Besaran subsidi dibayarkan sesuai selisih antara biaya produksi listrik dengan tarif yang dibayarkan masyarakat.



Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mengalokasikan Rp47,66 triliun untuk subsidi listrik kepada 23,1 juta pelanggan golongan 450 VoltAmpere (VA) dan 6,5 juta pelanggan golongan 900 VA.

Berkat subsidi tersebut Tarif Dasar Listrik (TDL), pelanggan rumah tangga golongan 450VA saat ini dipatok Rp415 per kiloWatthour (kWh). Kemudian, pelanggan rumah tangga golongan 900VA bersubsidi menerima tarif lisrik sebesar Rp586 per kWh atau lebih murah dari tarif listrik pelanggan rumah tangga mampu nonsubsidi golongan 900VA yang mencapai Rp1.352 per kWh.

Lebih lanjut Jonan menegaskan bawah pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik pelanggan PLN hingga akhir 2019 mendatang. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Tarif pelanggan listrik tidak akan berubah sampai 31 Desember 2017," ujarnya.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengungkapkan masyarakat yang bisa mendaftar sebagai pelanggan listrik subsidi adalah masyarakat yang masuk ke dalam kategori tidak mampu berdasarkan data Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Jika merasa tidak mampu, namun tidak masuk data TNP2K, calon pelanggan yang bersangkutan harus membawa surat rekomendasi dari kelurahan.


"Kami ketat dalam memberlakukan aturan tersebut. Harus masuk dalam daftar TNP2K," terang Syofvi.

Namun, ia bercerita terkadang data TNP2K tidak mencerminkan kondisi aktual karena seiring berjalannya waktu ada masyarakat yang seharusnya dianggap mampu, namun masih terdaftar dalam golongan tidak mampu. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk menjadi pelanggan sesuai kemampuannya tetap diperlukan.

Rencananya, dalam Rancangan APBN Perubahan 2018, pemerintah akan menambah alokasi subsidi listrik untuk satu juta pelanggan golongan 450 VA. Penyesuaian ini dilakukan sesuai pertumbuhan pelanggan alami. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsamman Someng memperkirakan penambahan subsidinya akan berkisar Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. (bir)