EDUKASI KEUANGAN

Memilih Kartu Kredit Bagi Pekerja Pemula

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 24/03/2018 10:33 WIB
Memilih Kartu Kredit Bagi Pekerja Pemula Ilustrasi kartu kredit. (Plixs/publicdomainpictures).
Jakarta, CNN Indonesia -- Laura (21 tahun), genap empat bulan bekerja di sebuah perusahaan konsultan impian. Bagi fresh graduate strata satu seperti dia, memiliki gaji Rp6 juta per bulan adalah uang yang lumayan besar. Namun, euforia karena sukses mengantongi jerih payahnya malah membuat ia mendadak konsumtif acap kali menerima gaji.

Bulan pertama, ia menghamburkan gajinya untuk mentraktir keluarga dan teman-temannya makan di restoran favorit. Bulan kedua, ia menyisihkan hampir 70 persen gajinya untuk memborong pakaian kerja. Bulan ketiga, sepatu idaman pun mejeng di rak sepatu kamarnya.

Padahal, tidak jarang ia kesulitan uang jelang dua pekan gajian. Jangan kan untuk belanja, makan dan transportasi ke tempat kerja pun terpaksa diirit-irit akibat 'kalap' belanja.


Belakangan, Laura terpikir untuk menyelipkan kartu kredit di dompetnya. Ia merasa mampu untuk membayar cicilan jika kartu kredit tersebut digunakan.


Layak kah Laura memiliki kartu kredit?

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning Agustina Fitria mengatakan hal pertama yang perlu diperhatikan bagi pekerja pemula sebelum mengajukan kepemilikan kartu kredit adalah masa kerja.

Menurut dia, sebaiknya pekerja pemula mengajukan kepemilikan kartu kredit apabila telah bekerja minimal satu tahun. "Kalau sudah satu tahun, mereka tahu kebutuhan rutin per bulannya. Berapa yang bisa disisihkan. Arus kas sudah dikenali dengan baik," tutur dia kepada CNNIndonesia.com.

Hal kedua, yakni memilah bank penerbit kartu kredit. Disarankan, kartu kredit terbitan dari bank pembayar gaji (payroll), sehingga sumber penghasilan dan tagihan yang harus dibayar tidak terpecah. Selain itu, tentu lebih meningkatkan kepercayaan bank penerbit kartu kredit.


"Tapi, kalau ada penawaran yang lebih baik dari bank lain, tidak masalah. Asalkan, jangan terlalu banyak mengambil kartu kredit dari beberapa bank. Pilih yang benar-benar menawarkan banyak keuntungan saja," kata Agustina.

Hal lainnya, ia melanjutkan, yakni besaran batas kredit. Beberapa bank mungkin memberikan limit kredit hingga tiga kali lipat dari gaji Anda. Apabila gaji sebesar Rp5 juta per bulan, limit yang diberikan bank bisa saja mencapai Rp15 juta.

Namun, jangan pernah tergiur dengan tawaran limit selangit. Limit besar akan menggoda Anda untuk mudah menggesekkan kartu dengan iming-iming toh bisa dicicil. Tetapi, alih-alih jadi solusi keuangan, utang yang terlalu besar di kartu kredit malah bisa membuat kepala Anda pusing tujuh keliling.

"Kalau mau beli sesuatu sampai mendekati limit, harus dihitung dengan matang. Berapa lama cicilannya, berapa cicilan per bulan, cukup tidak bisa dipotong dari gaji? Bagaimana pun, gaji harus disisihkan untuk transportasi, makan, dan lainnya. Tak semuanya bisa dipenuhi dengan cicilan," jelasnya.


Pilih Sesuai Selera


Agustina menyarankan pilih kartu kredit yang menawarkan keuntungan sesuai dengan selera Anda. Misalnya, Anda senang belanja ritel, ada banyak kartu kredit yang memberi penawaran cash back (pengembalian uang tunai) atau cicilan nol persen. Tentu, ini bisa dimanfaatkan.

Nah, kalau Anda lebih tertarik dengan kuliner, ada banyak juga kartu kredit yang menawarkan potongan harga di restoran-restoran tertentu.


Jika Anda tidak memiliki kebutuhan spesifik, maka pemilihan jenis kartu kredit bisa fleksibel. Yang lebih fleksibel ini bisa hanya untuk jaga-jaga kalau nanti mendadak dirawat di rumah sakit. Setidaknya, Anda punya kartu kredit yang bisa menalangi tagihan biaya perawatan.

"Atau, bisa juga menggunakan kartu kredit untuk menyatukan tagihan bulanan, seperti listrik, pulsa telepon dan sebagainya. Tujuannya, agar lebih mudah," imbuh dia.

Hal lain yang tidak kalah penting, sambung Agustina, cari kartu kredit yang bebas iuran dan menawarkan bunga paling murah. Dengan begitu, pekerja pemula seperti Anda tidak akan terbebani dengan iuran kartu kredit yang nilainya bisa ratusan ribu.


Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho mengingatkan penggunaan kartu kredit juga harus dipertimbangkan dengan matang. Karena, bagaimana pun, transaksi lewat kartu kredit dikenakan biaya dan bunga. Apalagi, jika seluruh tagihan tidak Anda lunasi usai pemakaian.

Apabila semua aturan main ini dirasa sudah terpenuhi, artinya Anda siap untuk memiliki kartu kredit. (bir)