Konsumsi Premium Turun, Pertamina Harap Pertamax Makin Laku

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Sabtu, 31/03/2018 01:55 WIB
Konsumsi Premium Turun, Pertamina Harap Pertamax Makin Laku Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) berharap penjualan Bahan Bakar Mesin (BBM) yang memiliki kadar oktan sebesar 90 ke atas atau Euro 4 bisa meningkat sejalan dengan arahan pemerintah yang melarang kendaraan penumpang menggunakan BBM dengan kadar oktan di bawah 90 mulai Juli 2018 atau jelang perhelatan Asian Games 2018.

Bila dirinci, jenis BBM produksi Pertamina yang masih memiliki kadar oktan di bawah 90, yakni Premium yang memiliki kadar oktan 88. Kemudian, Pertalite merupakan jenis BBM dengan kadar oktan 90.

Sementara, BBM produksi Pertamina dengan kadar oktan di atas 90, antara lain, Pertamax yang memiliki kadar oktan 92, Pertamax Plus dengan kadar oktan 95, dan Pertamax Turbo yang memiliki kadar oktan 98.
External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan penjualan BBM jenis Premium sebenarnya sudah dalam tren penurunan sejak 2014 lalu. Beberapa waktu terakhir menunjukan penjualan Premium berkontribusi 40 persen.


"(Penjualan BBM jenis Pertalite dan Pertamax series) Sisanya saja. Konsumsi Premium sudah jauh berkurang," tutur Arya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/3).
Sayangnya, Arya tak menyebut pasti berapa persen kenaikan yang diharapkan oleh perusahaan dari aturan kewajiban penggunaan BBM dengan kadar oktan di atas 90 jelang Asian Games 2018.

"Harapan naik, selain alasan teknis tapi ada juga pertimbangan aspek lingkungan hidup," ujar Arya.

Dengan kata lain, penggunaan BBM dengan kadar oktan di bawah 90 akan berdampak buruk karena emisi timbal (Pb) dinilai mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Harapannya juga (masyarakat) bisa beralih ke BBM dengan kadar oktan yang tinggi. Di dunia sudah tidak ada lho yang pakai BBM dengan kadar oktan 88. Indonesia jauh ketinggalan soal ini," papar Arya.
Untuk mewujudkannya, Pertamina mengaku mendukung arahan pemerintah dan telah mendistribusikan BBM dengan kadar oktan tertinggi, yakni Pertamax Turbo di 300 SPBU yang tersebar di Jakarta dan Jawa Barat.

"Kami dukung penggunaan BBM kadar oktan 92 ke atas karena kebutuhan konsumen sudah beralih ke spesifikasi tersebut," tutup Ary (age/age)