Pertamina Targetkan Laba Rp32 Triliun di Tahun Ini

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 20:14 WIB
Pertamina Targetkan Laba Rp32 Triliun di Tahun Ini Target laba bersih pertamina tahun ini sebesar US$2,4 miliar atau Rp32 triliun, berasal dari asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar US$48 per barel. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) menargetkan dapat meraup laba bersih sebesar US$2,4 miliar atau sekitar Rp31,92 triliun (kurs Rp13.300) pada akhir tahun 2018. Angka itu terbilang stagnan bila dibandingkan dengan proyeksi raihan laba bersih sepanjang tahun 2017 yang berada dikisaran US$2,2 miliar-US$2,4 miliar atau sekitar Rp29,2 triliun hingga Rp31,92 triliun.

Direktur Keuangan Arief Budiman menjelaskan, target laba bersih ini berasal dari asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar US$48 per barel.

"Kalau ICP bergerak-gerak ya kami harus hitung lagi. Tahun ini sebetulnya asumsinya tergantung asumsi harga," ucap Arief, Kamis (18/1).

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rata-rata ICP sepanjang tahun lalu US$51,19 per barel. Sementara itu, khusus Desember, rata-rata nilai ICP sebesar US$60,9 per barel.

"Tapi kalau kondisi saat ini ICP sudah sebesar US$65 per barel," tutur Arief.

Kendati demikian, Arief enggan berspekulasi jika target laba bersih tak tercapai karena harga minyak yang semakin tinggi.

"Siapa tahu bulan depan jadi US$30 per barel, tidak ada yang tahu," jelasnya.

Seperti diketahui, perusahaan pelat merah tersebut membukukan penurunan laba bersih pada kuartal III 2017 menjadi US$1,99 miliar atau sekitar Rp25,27 triliun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar US$2,83 miliar atau sekitar Rp37,64 triliun.

Penurunan ini disebabkan oleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang stagnan meski ICP terus merangkak sepanjang tahun lalu. Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik mengatakan, rata-rata ICP sembilan bulan pertama tahun 2016 sebesar US$37,88 miliar.

"Rata rata sembilan bulan di tahun 2017 naik 30 persen," terang Elia.

Menurutnya, jika harga BBM dapat disesuaikan dengan ICP tahun 2017, maka perusahaan berpotensi meraup laba bersih pada kuartal III 2017 sebesar US$3,05 miliar atau sekitar Rp40,56 triliun. (agi/agi)