JEDA

Perry, Sukoharjo, dan Jalan Berliku Gapai Posisi Nakhoda BI

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 11:55 WIB
Perry, Sukoharjo, dan Jalan Berliku Gapai Posisi Nakhoda BI Perry Warjiyo terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia melalui proses mufakat oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Berangkat dari desa sejak puluhan tahun lalu, Perry Warjiyo mengaku menempuh jalan yang tak mudah untuk mencapai jabatan tertinggi di Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI yang baru resmi terpilih oleh anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rabu (28/3) malam tersebut bahkan sempat tiga kali gagal dalam fit and proper test menjadi Deputi Gubernur BI.

"Saya anak dari desa, terus berjuang untuk sekolah dan kerja di BI. Saya dari keluarga yang sangat miskin," cerita Perry saat menjalani fit and proper test di komisi XI DPR.


Dengan tekad bulat dan mengingat pesan mendiang Ayahnya untuk selalu jujur dan amanah, Perry akhirnya berhasil menjadi Deputi Gubernur BI sejak 2013 lalu. Kegagalan dalam fit and proper test sebelumnya ia jadikan bahan pembelajaran, khususnya dalam berkomunikasi politik.


"Saya belajar banyak. Dengan bekal 34 tahun saya di BI, begitu banyak sudah dibuktikan kepada Indonesia dan internasional," kata Perry.

Pria kelahiran Sukoharjo pada 25 Februari 1959 silam ini berjanji akan mengemban tugas yang diberikan sebagai nahkoda bank sentral Indonesia secara amanah. Tujuannya, bukan hanya untuk keberhasilan Bank Indonesia semata, tetapi juga kemakmuran rakyat Indonesia.

"Seluruh hidup dibaktikan tidak hanya untuk BI, tapi untuk Indonesia dan untuk kita bersama," ucap pria yang berasal dari keluarga petani ini.

(lav)