FOTO: Desa Simpang Nun Jauh dari 'Sengat' Listrik

Anadolu Agency, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 19:26 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Empat dari delapan desa yang ada di Kecamatan di Aceh Timur belum 'tersengat' listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak daerah itu berdiri pada 1919.

Seorang anak duduk di depan pintu rumahnya di Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Empat dari delapan desa yang ada di Kecamatan Simpang Jernih belum tersalurkan arus listrik PLN sejak daerah itu berdiri pada 1919. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Masyarakat setempat menggunakan sampan sebagai transportasi utama untuk pergi ke kota dengan biaya Rp50 ribu. Perjalanan menghabiskan waktu 5 jam. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Selain berladang, masyarakat setempat juga sering menangkap berbagai jenis ikan air tawar di sungai Tamiang untuk dimakan sehari-hari. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Pemuda Desa Melidi sedang membuat sampan. Sampan kayu merupakan salah satu transportasi yang digunakan warga untuk pergi ke desa, bahkan turun ke perkotaan. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Seorang warga Desa Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih menyalakan api di tungku guna memasak nasi menjelang malam hari. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Seorang anak mandi di halaman rumahnya di Desa Melidi. Empat dari delapan desa yang terdapat di Kecamatan Simpang Jernih belum tersalurkan arus listrik dari PLN sejak daerah itu berdiri pada tahun 1919. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Warga Desa Melidi mandi di sungai Tamiang. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Nurma (35 tahun), sedang mengajari seorang ibu yang tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung. Sejak 2010, Nurma yang hanya tamatan Sekolah Dasar menjadi guru bagi ibu-ibu di desa Melidi. Tercatat sebanyak 80 persen orang dewasa di Melidi tidak bisa membaca. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Seorang anak perempuan bermain bola voli di halaman rumahnya di Desa Melidi. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Hasbi (53 tahun) memperlihatkan instalasi listrik kedondong yang tidak terpakai di Desa Tampor Paloh, Simpang Jernih. Sebelumnya, sempat heboh sebanyak 30 rumah warga di desa setempat diterangi listrik kedondong, namun kenyataannya listrik tidak berfungsi. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Anak-anak warga Desa Tampor Palohmengaji dibantu dengan alat penerangan lampu teplok. (Anadolu Agency-Khalis Surry).
Anak perempuan di Desa Melidi sedang latihan tarian Bines dalam kondisi gelap gulita, hanya dibantu penerangan dari lampu baterai.(Anadolu Agency-Khalis Surry).