Pertamina Taksir Tumpahan Minyak Balikpapan 40 Ribu Barel

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 19:24 WIB
Pertamina Taksir Tumpahan Minyak Balikpapan 40 Ribu Barel Total kerugian PT Pertamina (Persero) akibat tumpahan minyak di Balikpapan ditaksir mencapai US$2,47 juta atau sekitar Rp34 miliar (kurs Rp13.700 per dolar AS). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) memperkirakan volume  tumpahan minyak yang mencemari Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Sabtu (31/3) lalu mencapai 40 ribu barel. Jumlah tersebut setara lima persen target produksi minyak Indonesia dalam satu hari sebesar 800 ribu barel per hari.

"Volume tumpahan belum dihitung secara detail tapi indikasinya sekitar 40 ribu barel, kurang lebih, tetapi detailnya nanti tunggu investigasi," ujar Direktur Pengolahan Pertamina Toharso di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (10/4).

Toharso mengaku belum menghitung total kerugian secara nominal. Namun, berdasarkan berhitungan cnnindonesia.com, dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret 2018 mencapai US$61,87 per barel maka potensi kerugian Pertamina dari tumpahnya minyak tersebut setidaknya mencapai US$2,47 juta atau sekitar Rp34 miliar (kurs Rp13.700 per dolar AS),


Taharso mengungkapkan kejadian naas tersebut disebabkan oleh putusnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan akibat terseret 120 meter dari lokasi awal. Adapun penyebab terseretnya pipa berusia 20 tahun itu masih diinvestigasi oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.


Kilang Balikpapan sendiri saat ini telah beroperasi normal pasca mengalami gangguan selama dua hari akibat dihentikannya aliran minyak mentah dari pipa yang putus. Sebagai solusi sementara, perseroan kini mengandalkan pipa cadangan dan kapal tanker pengangkut minyak untuk mengakut minyak ke kilang.

Selain itu, perseroan juga telah berkoordinasi dengan warga setempat untuk melakukan operasi tanggap darurat dengan membersihkan lingkungan yang terdampak.

"Kami sudah bekerja sama dengan kelurahan, RT untuk membersihkan kotoran, sampah-sampah sebagai dampak (tumpahan minyak) ini dengan mempekerjakan warga sekitar. Kami beri biaya perbantuan, kami kasih uang kepada warga yang membersihkan dan dikoordinir oleh Lurah dan (Ketua) RT setempat,"ujarnya.


Secara terpisah, Anggota Fraksi Gerindra Kardaya Warnika menilai kejadian tumpahan minyak di Balikpapan dalam industri migas sebagai kejadian luar biasa. Pasalnya, selain berdampak pada lingkungan, kejadian naas itu juga memakan lima orang korban jiwa.

Sesuai Pasal 41 Undang-undang Minyak dan Gas, selain melibatkan Pertamina, penanggung jawab pengawasan atas kejadian tersebut melibatkan departemen teknis terkait dalam hal ini Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (agi/agi)