Siasati Kredit Macet, BTN Buka Portal Jual Beli Rumah Lelang

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 17:57 WIB
Siasati Kredit Macet, BTN Buka Portal Jual Beli Rumah Lelang BTN meluncurkan portal dan aplikasi daring jual beli rumah lelang. Portal jual beli rumah hasil sitaan tersebut diyakini akan membantu menekan kredit macet. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan portal dan aplikasi daring jual beli rumah lelang. Portal dengan domain www.rumahmurahbtn.com akan memamerkan rumah-rumah hasil lelang perseroan dari nasabah gagal bayar.

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan portal rumah murah menawarkan rumah-rumah sitaan dari kredit macet nasabah perseroan. Menurut catatannya, kredit bermasalah (Nonperforming Loan/NPL) perseroan mencapai Rp3,5 triliun pada Maret 2018, di antaranya Rp2,8 triliun merupakan NPL rumah.

"Nah, kami berupaya menyiasati aset mangkrak yang membuat NPL ini menjadi profit bagi masyarakat. Rumah-rumah lelang ini bisa dijadikan investasi atau untuk ditinggali, karena melalui portal rumah murah BTN, kami menjual rumah sesuai pokok utang," ujarnya, Selasa (17/4).



Saat ini, ia melanjutkan, portal rumah murah BTN menawarkan 5.206 unit rumah lelang atau rumah bekas dengan total nilai Rp1,9 triliun. Namun, potensi rumah yang akan dipamerkan perseroan mencapai 45.000 unit dari kredit pemilikan rumah (KPR) macet sebesar Rp2,8 triliun.

"Rumah-rumah lelang tersebar di Jabodetabek hingga luar wilayah Jawa. Kondisinya pun beragam, ada yang rusak, ada yang masih bagus. Kami jual mulai Rp30 juta sampai miliar-an," imbuh Nixon.

Portal rumah murah akan menyasar masyarakat di usia 20 tahun - 45 tahun, sesuai dengan nasabah perseroan dan mayoritas pengguna internet di Indonesia. Portal ini sekaligus guna memperkecil jumlah backlog (kekurangan pasokan rumah) di Indonesia yang saat ini tembus 10 juta unit.

Portal rumah murah bisa digunakan untuk mencari rumah impian atau investasi di seluruh wilayah Indonesia, dengan batasan nilai sesuai kemampuan masyarakat. Peminat yang ingin melakukan pembelian, harus melalui skema lelang atau langsung negosiasi dengan pemilik rumah sebelumnya.


Untuk skema lelang, calon pembeli harus mendaftarkan diri ke situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Kemudian, menyetorkan uang jaminan sekitar 30 persen dari harga limit yang ditetapkan.

"Setelah dinyatakan menang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), maka pembeli akan melunasi sisa pembayaran. Kemudian, terbit lah risalah lelang dari KPKNL. Risalah itu akan menjadi dasar bagi pemenang mengambil sertifikat rumah dan keperluan balik nama," terang Nixon.

Skema pembelian rumah lelang pun sama dengan pembelian rumah baru pada umumnya, dimana sertifikat dipegang oleh perseroan dan akan diberikan saat pelunasan. Masyarakat bisa juga mengajukan KPR lelang untuk rumah-rumah sitaan BTN. (bir)