Jonan Pastikan Kapasitas Listrik Bertambah 6.000 MW per Tahun

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 19/04/2018 11:34 WIB
Jonan Pastikan Kapasitas Listrik Bertambah 6.000 MW per Tahun Proyek Listrik 35000 Megawatt. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan progres pasokan listrik akan bertambah sekitar 5.000 MW hingga akhir 2018, dan terus bertambah maksimal 6.000 MW setiap tahun. Progres ini bagian dari proyek pembangkit listrik 35 ribu MegaWatt (MW).

Hal tersebut disampaikan Menteri Jonan saat kunjungan kerja ke PLN Area Pengatur Beban (APB) area Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (18/4).


"Sampai akhir tahun ini kira-kira sudah 4.000-5.000 MW yang sudah siap beroperasi. Kalau sampai 2019 mungkin 10 ribu-12 ribu MW sudah jalan. Ini terus akan bertambah 5.000 hingga 6.000 MW per tahun sampai 2024-2025," ujar Jonan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/4).


Untuk memperlancar distribusi listrik di Jateng, PLN juga berencana membangun 'interchange' di Ungaran dalam waktu dekat.

"Interchange ini dibutuhkan, memang tidak bisa tidak. Artinya, harus ada supaya distribusi listrik untuk Jateng menjadi lebih baik. Tantangan paling tinggi yang dihadapi dalam pembangunannya adalah persoalan lahan," ungkapnya.


Terkait hal ini, Jonan meminta ada dialog yang baik antar pihak agar tidak ada yang saling dirugikan, khususnya dengan pemilik lahan yang dilewati proyek itu, baik pribadi, perusahaan, atau lainnya.

"Saya mengimbau ada dialog yang baik, tidak saling merugikan. Kebutuhan lahan bisa dipenuhi karena ini untuk kebutuhan bersama, yakni masyarakat secara keseluruhan, bukan kebutuhan pribadi," pungkasnya.

Mendampingi Jonan dalam kunjungan kerjanya, Direktur PLN Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosyidin menambahkan, dari proyek 35 ribu MW, hingga saat ini telah beroperasi lebih dari 1.300 MW pembangkit, sementara 32 ribu MW sisanya sudah menandatangani kontrak.

"Jadi, tinggal 3 ribu MW lagi (yang harus beroperasi hingga akhir tahun). Ini kebanyakan yang sifatnya gas, jadi diakhirkan. Dari 32 ribu MW yang sudah kontrak, 18 ribu MW sedang kontruksi, sisanya sedang financial closing," ujarnya.


Guna mengoptimalkan pengaturan penyediaan ketenagalistrikan di Jateng dan DIY, APB melakukan pengaturan beban dari Pembangkitan, Transmisi dan sampai ke konsumen dengan cara komunikasi antara Area Pengaturan Distribusi (APD) dan Gardu Induk yang ada di Jawa Tengah dan DIY. Sistem kelistrikan Jateng-DIY saat ini memiliki 17 pembangkit listrik yang berkapasitas total 6.249,4 MW.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga akhir 2017, kapasitas pembangkit terpasang sekitar 60 ribu MW. (lav/lav)