Rizal Ramli Desak Pemerintah Selamatkan Rupiah

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 24/04/2018 09:49 WIB
Rizal Ramli Desak Pemerintah Selamatkan Rupiah Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendesak pemerintah untuk membantu BI menyelamatkan rupiah yang saat ini terus melemah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli mendesak pemerintah untuk membantu Bank Indonesia (BI) menyelamatkan rupiah yang saat ini melemah terhadap dolar AS.

Menurut dia, BI tak bisa terus menerus melakukan intervensi sendirian. Toh, intervensi BI yang dilakukan dengan menggelontorkan cadangan devisa (cadev) ke pasar hanya akan membuat cadev terbuang.

Pada awal Januari 2018, cadev tercatat sebesar US$131,98 miliar. Namun, per Maret 2018, posisi cadev berada di angka US$126 miliar. Menurutnya, penurunan cadev sebagian besar digunakan untuk intervensi rupiah dibandingkan pembayaran transaksi impor.


"BI sudah intervensi (dengan cadev) total sekitar US$6 miliar," ujarnya di kawasan Kemang, Senin (23/4).


Untuk itu, sambung dia, pemerintah harus membantu BI menstabilkan rupiah dengan menjaga keseimbangan primer, defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD), hingga mengeluarkan kebijakan yang sesuai untuk merespon sentimen dari ekonomi global.

"Makanya, yang penting jaga ketahanan. Jadi, tugasnya adalah benahi yang itu tadi. Itu lebih banyak ke sektor fiskal," katanya.

Ia menuturkan bahwa kondisi yang terjadi adalah keseimbangan primer minus Rp39 triliun dan transaksi berjalan yang defisit sekitar 2-2,5 persen pada tahun ini. Adapun transaksi berjalan defisit lantaran impor pemerintah yang cukup tinggi.


"Itu membuat Indonesia, semakin lama rupiahnya semakin melemah," jelasnya.

Rupiah tercatat anjlok pertama kali pada akhir Februari 2018 dengan menyentuh kisaran Rp13.700 per dolar AS, setelah sebelumnya cukup stabil bergerak di kisaran Rp13.500 per dolar AS sejak akhir tahun.

Sejak anjlok pada Februari lalu, BI mengklaim terus berada di pasar untuk mengintervensi rupiah dengan cadev ketika rupiah jatuh. Kemarin, BI menyebut telah mengintervensi pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar. 

Pada perdagangan hari ini (24/4), rupiah dibuka menguat ke level Rp13.921 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan kemarin yang sempat anjlok hingga menyentuh level Rp13.975 per dolar AS.  (bir)