Kuartal I, Realisasi Investasi Energi Terbarukan US$294 Juta

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 11:40 WIB
Kuartal I, Realisasi Investasi Energi Terbarukan US$294 Juta Realisasi investasi pada Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi pada kuartal pertama 2018 baru mencapai 14,7 persen target tahun ini sebesar US$2 miliar. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi subsektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) pada kuartal pertama tahun ini sebesar US$294 juta. Realisasi tersebut setara dengan 14,7 persen dari target investasi subsektor EBTKE tahun ini, US$2 miliar.

"Hingga akhir kuartal satu, realisasi investasi telah mencapai US$294 juta atau sekitar 14,7 persen dari target investasi 2018," ujar Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (25/4).

Ida merinci, besaran target investasi EBTKE tahun ini terbesar untuk investasi panas bumi yaitu US$1,21 miliar. Kemudian, US$718 juta untuk aneka EBT, US$72 juta untuk investasi bidang bioenergi dan US$5 juta untuk bidang konservasi energi.



Target investasi subsektor EBTKE, lanjut Ida, mengalami peningkatan dibandingkan realisasi pada 2017 yang menembus angka US$1,34 miliar.

Kenaikan target investasi 2018 melihat potensi bisnis EBT sekitar 225 Giga Watt (GW) pada 11 wilayah yang keekonomiannya menarik, yaitu Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik setempat lebih besar dari BPP Nasional.


Dirjen EBTKE Rida Mulyana menjelaskan bahwa salah satu kendala investasi EBT adalah ketersediaan dana murah di dalam negeri yang masih terbatas. Kendati demikian, ia menekankan pemerintah tidak tinggal diam demi mewujudkan target buaran EBT 23 persen pada 2025 mendatang.

Pemerintah rencananya bakal menempu strategi percepatan, antara lain melalui prioritas pengembangan panas bumi, hidro, bioenergi, surya dan angin hingga penyediaan insentif fiskal dan nonfiskal. (agi)