Bank Sistemik Tarik Utang Demi Penuhi Aturan OJK

Agustiyanti, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 09:08 WIB
Bank Sistemik Tarik Utang Demi Penuhi Aturan OJK Salah satu bank sistemik, PT Bank Mandiri Tbk berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) yang dapat diperhitungkan sebagai modal Rp1 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank yang masuk dalam kelompok bank berdampak sistemik bakal menerbitkan surat utang atau obligasi yang dapat diperhitungkan sebagai modal (convertible bond). Penerbitan surat utang tersebut dilakukan guna memenuhi aturan OJK yang mengadaptasi aturan internasional basel III.

Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan menuturkan pihaknya berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) sebesar Rp1 triliun pada semester kedua tahun ini.

"Kami akan terbitkan MTN Rp1 triliun untuk memenuhi aturan OJK. Kemungkinan baru akan terbit di semester 2 (mendekati tutup buku), agar beban (biaya bunga) yang dibayar tak terlalu besar," ujar Panji saat berkunjung ke Transmedia, Rabu (25/4).


Panji mengaku saat ini, sebenarnya perseroan tak memiliki kebutuhan pendanaan. Saat ini, likuiditas perseroan bahkan cenderung berlebih. Namun, penerbitan surat utang harus dilakukan perseroan guna memenuhi aturan OJK yang mewajibkan bank sistemik memiliki convertible bond.


Bukan cuma Bank Mandiri, menurut Panji, penerbitan surat utang tersebut juga akan dilakukan bank-bank sistemik lainnya yang belum memiliki komponen utang tersebut di neraca keuangannya.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto sebelumnya juga mengaku pihaknya berencana menerbitkan surat utang yang dapat diperhitungkan sebagai modal pada semester kedua tahun ini. Rencananya, surat utang bakal diterbitkan dalam mata uang dolar AS (global bond) sebesar US$500 juta.

"Ada (utang) yang jatuh tempo juga. Jadi penerbitan utang ini untuk menutup yang jatuh tempo," terang Suprajarto.


Sesuai Peraturan OJK Nomor 14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi Bagi Bank Sistemik, bank yang masuk dalam kelompok berdampak sistemik wajib memiliki instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal. Kewajiban tersebut harus dipenuhi paling lambat akhir tahun ini.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia, saat ini terdapat 11 bank yang masuk dalam kelompok bank berdampak sistemik. Kesebelas bank tersebut, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kemudian, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk,dan PT Bank OCBC NISP Tbk. (agi/bir)


BACA JUGA