Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan menuturkan pihaknya berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Note/MTN) sebesar Rp1 triliun pada semester kedua tahun ini.
"Kami akan terbitkan MTN Rp1 triliun untuk memenuhi aturan OJK. Kemungkinan baru akan terbit di semester 2 (mendekati tutup buku), agar beban (biaya bunga) yang dibayar tak terlalu besar," ujar Panji saat berkunjung ke Transmedia, Rabu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma Bank Mandiri, menurut Panji, penerbitan surat utang tersebut juga akan dilakukan bank-bank sistemik lainnya yang belum memiliki komponen utang tersebut di neraca keuangannya.
"Ada (utang) yang jatuh tempo juga. Jadi penerbitan utang ini untuk menutup yang jatuh tempo," terang Suprajarto.
Sesuai Peraturan OJK Nomor 14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi Bagi Bank Sistemik, bank yang masuk dalam kelompok berdampak sistemik wajib memiliki instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal. Kewajiban tersebut harus dipenuhi paling lambat akhir tahun ini.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia, saat ini terdapat 11 bank yang masuk dalam kelompok bank berdampak sistemik. Kesebelas bank tersebut, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kemudian, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Permata Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk,dan PT Bank OCBC NISP Tbk. (agi/bir)