BEI Panggil Tower Bersama dan Protelindo Bahas Dugaan Suap

NDY, CNN Indonesia | Selasa, 08/05/2018 04:53 WIB
BEI Panggil Tower Bersama dan Protelindo Bahas Dugaan Suap Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memanggil PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) terkait kasus dugaan korupsi pembangunan menara telekomunikasi atau base transceiver station (BTS) di Kabupaten Mojoketor, Jawa Timur.

"Hari ini [Senin] kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di kantor Bursa Efek Indonesia, Senin (7/5).

Tito mengaku dari BEI belum mengetahui apakah kasus tersebut menjerat perseorangan atau perusahaan. Namun, bila kasus ini melibatkan perusahaan, ia akan memprioritaskan kelangsungan hidup perseroan tersebut.



"Kalau perusahaan jadi tersangka dan harus bayar denda ya silakan dibayar, yang penting perusahaan itu tetap punya uang, tidak masalah," tutur Tito.

Jika perusahaan terlibat, BEI harus mempertimbangkan kelangsungan perusahaan tersebut dan melihat apakah ada pelanggaran pasar modal atau tidak. Namun jika pribadi yang terlibat, Tito mengatakan lebih baik langsung diproses secara hukum.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kantor PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBiG) di The Convergence Indonesia dan kantor PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) di Menara BCA. Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan suap kepada Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa.


Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dari penggeledahan tersebut penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dan surat elektronik yang terkait dengan dugaan suap pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

"Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik menyita beberapa dokumen dan komunikasi melalui email antara beberapa pihak yang berkaitan dengan perkara," tuturnya.

KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto Zainal Abidin, Permit and Regulatory Division Head PT Tower Besama Grup Ockyanto, dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya sebagai tersangka.

(lav/lav)