Laba MAP Boga Melonjak Dua Kali Lipat Kuartal I 2018

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 20:59 WIB
Laba MAP Boga Melonjak Dua Kali Lipat Kuartal I 2018 Ilustrasi laba. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) membukukan laba bersih Rp30,93 miliar pada kuartal I 2018 atau melonjak hingga 102,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,3 miliar.

Direktur Utama MAP Boga Anthony Cottan mengungkapkan kinerja kinclong ini tak lepas dari pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar 22 persen menjadi Rp535,44 miliar dari Rp438,9 miliar.

"Pertumbuhan penjualan 22 persen, pertumbuhan penjualan same store sales growth (SSSG) enam persen," ucap Anthony, Rabu (9/5).

Bila dirinci, bisnis minuman menjadi kontributor utama pendapatan MAP Boga dengan persentase sebesar 72 persen. Sementara, bisnis makanan menyumbang pendapatan 21 persen, dan bisnis lain-lain hanya tujuh persen.


Seperti diketahui, MAP Boga merupakan pemegang lisensi Starbucks di Indonesia. Anthony mengakui pihaknya masih mengandalkan Starbucks untuk mendorong kinerja perusahaan.

"Sekarang Starbucks ada yang Rp25 ribu. Kami ingin lebih inklusif, ada rentang harga dan makanan lebih bervariasi," sambung Anthony.

Hingga kuartal I 2018, anak usaha dari PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ini memiliki 330 gerai Starbucks yang tersebar di berbagai kota. Jumlah gerai Starbucks hanya bertambah sebanyak delapan gerai selama kuartal I 2018, sedangkan pada akhir tahun lalu jumlah gerai Starbucks sebanyak 322 gerai.

Selain Starbucks, perusahaan juga memegang lisensi Krispy Kreme Doughnut, Pizza Marzano, Cold Stone, dan Godiva di Indonesia.

Anthony merinci, saat ini perusahaan memiliki 22 gerai Krispy Kreme Doughnut, 18 gerai Pizza Marzano, 21 gerai Cold Stone, dan dua gerai Godiva.

Untuk tahun ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp250 miliar untuk membuka 60 gerai baru. Menurut Anthony, sebagian besar gerai baru yang akan dibuka untuk mengembangkan bisnis Starbucks karena memang kontribusi pendapatan terbesar berasal dari produk kopi asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

"Belanja modal butuh Rp250 miliar untuk gerai baru," imbuh Anthony.

Perusahaan berencana untuk mengembangkan gerai baru di Medan, Surabaya, dan Semarang. Sementara, untuk tempatnya sendiri perusahaan fokus di mall dan pusat transportasi, seperti bandara, jalan tol, dan stasiun kereta api.

"Diharapkan ada perbaikan dari sisi penjualan dengan pertumbuhan sebesar 20 persen-25 persen," pungkas Anthony. (lav/lav)


BACA JUGA