Forum IMF-WB Dituding Boros Dana, Menko Luhut Pasang Badan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 20:37 WIB
Forum IMF-WB Dituding Boros Dana, Menko Luhut Pasang Badan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berani mempertanggungjawabkan penggunaan dana negara untuk gelaran Pertemuan Tahunan (Annual Meeting) Bank Dunia - Dana Moneter Internasional (IMF-World Bank) di Bali pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

Sebelumnya, alokasi anggaran untuk penyelenggaraan pertemuan internasional tersebut mencapai Rp855,5 miliar, terdiri dari alokasi 2017 sebesar Rp45,4 miliar dan 2018 sebesar Rp810,1 miliar.

Setelah dilakukan berbagai kontrak pengadaan, realisasi penggunaan anggaran diperkirakan hanya Rp566,9 miliar.

"Jadi kalau ada yang bilang kita hambur-hamburkan (anggaran) saya yang akan jadi penanggungjawab. Suruh ngomong ke saya supaya jelas. Saya pertanggungjawabkan setiap sennya dari pengeluaran itu," ujar Luhut selaku Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Dunia-IMF di kantornya, Jumat (11/5).


Luhut mengungkapkan saat ini persiapan penyelenggaraan acara telah mencapai 70 persen yang mencakup infrastruktur, teknologi informasi, akomodasi, dan transportasi.

Luhut mengingatkan sebagian besar anggaran sebenarnya kembali lagi ke Indonesia. Misalnya, pembangunan infrastruktur tentu akan membantu menggerakkan perekonomian Bali dan beberapa daerah destinasi wisata di Indonesia seperti Banyuwangi, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Selain itu, peralatan pendukung seperti ratusan komputer untuk kebutuhan penyelenggaraan acara juga akan dihibahkan ke sekolah-sekolah di daerah pendukung seperti Bali dan Banyuwangi.

Tak kalah penting, gelaran ini juga menjadi ajang promosi Indonesia di depan perwakilan 189 negara yang hadir.

Pelaksana Harian Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Dunia-IMF Susiwijono menambahkan pemerintah juga telah mengerek proyeksi jumlah peserta yang akan datang dari sebelumnya di atas 15 ribu peserta menjadi 20 ribu pesera.

Susi mengungkapkan sebelumnya proyeksi awal jumlah peserta diambil berdasarkan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Bank Dunia-IMF di Peru pada 2015 lalu.

Namun, setelah melihat perkembangan jumlah tamu Spring Meeting 2018 di Washington, Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, pemerintah memperkirakan jumlah peserta tahun ini di Bali bakal membengkak.

"Pada waktu di Spring Meeting kemarin, eksekutif beberapa negara cerita bahwa mereka agak berhemat di Spring Meeting untuk mengejar pertemuan yang di Bali," ujar Susi.

Jumlah peserta yang bakal hadir tersebut tentu akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai gambaran, Susi memperkirakan peserta tersebut akan berkunjung ke Indonesia selama 10 hari. Dengan asumsi biaya akomodasi hotel US$400 per malam, maka pemasukan hotel bisa mencapai US$80 juta. Belum lagi menghitung pengeluaran pribadi lain-lain yang diperkirakan bisa mencapai lebih dari US$40 juta. (lav/lav)