Hingga Maret 2018, Penumpang AirAsia Tembus 500 Juta

Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 12:28 WIB
Hingga Maret 2018, Penumpang AirAsia Tembus 500 Juta Jumlah penumpang maskapai penerbangan AirAsia tembus 500 juta sejak berdiri pada 2001 hingga Maret 2018. (CNN Indonesia/Yugo Hindarto).
Bangkok, CNN Indonesia -- Jumlah penumpang maskapai penerbangan AirAsia tembus 500 juta. Angka tersebut merupakan jumlah penumpang sejak AirAsia berdiri pada 2001 hingga Maret 2018.

Selama berdiri hampir 17 tahun, maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut telah menerbangkan setengah miliar penumpang ke 130 destinasi. Beberapa di antaranya merupakan destinasi unik yang hanya diterbangi oleh AirAsia.

"Semua berawal pada 2001, berbekal dua pesawat, dengan 200 karyawan AirAsia di Malaysia dan jumlah penumpang sekitar 200.000 orang. Kini kami tumbuh menjadi sebuah grup yang mengoperasikan lebih dari 200 pesawat, dengan lebih dari dari 20.000 karyawan dengan 50 kewarganegaraan," kata CEO Grup AirAsia Tony Fernandes di Bangkok, Thailand, Selasa (15/5).



Tony mengatakan angka tersebut merupakan sebuah prestasi. Apalagi, dari setengah milir penumpang yang diterbangkan AirAsia, 60 persen di antaranya tercatat baru pertama kali terbang.

"Angka 500 juta itu bukan angka yang kecil, itu setara dengan tujuh kali populasi Thailand, 16 kali populasi Malaysia, dan sekitar 80 persen populasi negara-negara ASEAN," katanya.

Pencapaian AirAsia selama 17 tahun, sambung Tony, juga telah berkontribusi positif terhadap ekonomi di kawasan ini, terutama melalui sektor pariwisata dan penciptaan lapangan kerja.


Tony tak merinci secara pasti negara terbanyak yang berkontribusi menyumbang penumpang. Namun, diakuinya, selain Malaysia, dan Thailand, Indonesia merupakan pasar besar untuk Asia Tenggara.

"Saya tidak tahu secara pasti persentasenya," imbuh dia.

Sementara, CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan berpendapat pencapaian 500 juta penumpang merupakan momen yang sangat bersejarah bagi AirAsia.


"Saya rasa ini sebuah prestasi, 300 juta penumpang pada 2015 dan kini sudah mengangkut penumpang almost double (hampir dua kali lipat)," jelasnya.

Faktor yang membuat AirAsia bisa berkembang cepat, lanjut Dendy, karena konektivitas internasional.

"Saya rasa kekuatan yang tidak boleh lupa internasional conectivity. Kalau kota-kota besar sudah biasa, tapi siapa yang kenal Shenyang, Wuhan, airline (maskapai) lain nggak ada yang punya. AirAsia bisa. Kemudian, Maldives harganya dulu premium kini terjangkau. Itu yang membuat kami cepat," katanya.

Gratis Seumur Hidup

AirAsia juga memberikan penghargaan kepada penumpang yang menjadi penumpang ke-500 juta.


AirAsia mencatat seorang warga Thailand Panut Oprasertsawat (34 tahun) sebagai penumpang AirAsia ke-500 juta saat terbang dari Phuket ke Bangkok-Don Mueang, Thailand, pada tanggal 18 Maret 2018.

AirAsia memberikan hadiah berupa 3 juta poin AirAsia BIG, voucher Vidi senilai 50.000 Baht Thailand dan kesempatan terbang gratis bersama AirAsia seumur hidup.
Hadiah tersebut diserahkan langsung Tony Fernandez ke Panut di acara perayaan #HalfBillionGuestFlown di Bangkok.

"Saya sering terbang ke Bangkok dan Phuket untuk bekerja. AirAsia selalu jadi pilihan karena frekuensi penerbangannya banyak, harganya terjangkau," pungkasnya. (bir)