Turunkan Harga, Pedagang Besar Diminta Salurkan Ayam ke Pasar

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 19:24 WIB
Turunkan Harga, Pedagang Besar Diminta Salurkan Ayam ke Pasar Kementerian Perdagangan telah memanggil pedagang atau perusahaan unggas terintegrasi menggelontorkan daging ayam ke pasar guna menurunkan harga. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan telah memanggil perusahaan unggas terintegrasi (integrator) untuk segera menggelontorkan daging ayam ke pasar. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi harga daging ayam yang hingga kini belum melandai menjelang bulan Ramadan.

Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga daging ayam saat ini mencapai Rp37 ribu per kilogram (kg). Angka ini melonjak ketimbang dua bulan sebelumnya di mana rata-rata harga daging ayam masih di kisaran Rp32 ribu per kg.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pertemuan itu sudah dilaksanakan akhir pekan lalu. Integrator itu, lanjut dia, diharapkan bisa menjaga ketahanan pasokan ayam dan harga di pasaran.


Integrator unggas sendiri merupakan perusahaan peternakan unggas skala besar yang terintegrasi, mulai dari produksi pakan, DOC (Day Old Chick), vaksin, sapronak, budidaya ayam, budidaya telur, sampai produk olahan.

"Akhir pekan lalu saya sudah minta mereka turunkan (persediaan). Terpaksa kami minta yang besar-besar untuk menggelontorkan persediaan di pasar," ujar Enggartiasto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (16/5).


Sebetulnya, peternak integrator ini semula tidak diperbolehkan untuk menyuplai daging ayam langsung ke pasar. Adapun, ketentuan ini tercantum di dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras.

Hanya saja, keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang cukup lama. "Kami sudah minta peternak di luar integrator untuk turunkan harga, tali belum turun juga. Terpaksa mereka yang besar-besar menggelontorkan di pasar," ujar dia.

Hanya saja, ia tak menyebut volume daging ayam dari perusahaan integrator yang akan dilepas ke pasar. Selain ayam, ia juga meminta perusahaan integrator untuk melepas telur lantaran harganya juga tak kunjung turun.


Dua bulan lalu, rata-rata harga telur ayam nasional di angka Rp22.650 per kg. Sementara itu, rata-rata harga telur ayam nasional per 15 Mei 2018 sudah di angka Rp25.500 per kg.

"Saya tidak bisa hitung, mau 1 kg atau 2 kg, pokoknya mereka disuruh masuk di pasar," tegas dia.

Ketentuan harga mengenai daging dan telur ayam di pasaran diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017. Sesuai beleid itu, harga eceran tertinggi daging ayam di konsumen ditetapkan Rp32 ribu per kg sementara untuk harga telur di konsumen Rp22 ribu per kg. (agi/agi)