"Tahun ini kami menargetkan secara grup 90 juta penumpang, Indonesia target sekitar enam juta," kata CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawandi sela acara #HalfBillionGuestFlown di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu.
Target perolehan penumpang pada tahun ini justru tak lebih besar dari jumlah penumpang tahun lalu. Sepanjang 2017, AirAsia mengangkut 6,7 juta penumpang penumpang rute domestik dan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Dendy meyakini perusahaan dapat bersaing dengan maskapai lain, terutama soal inovasi. Dia mengklaim hal itu sudah dibuktikan dengan mengawali bisnis dengan menjadi maskapai LCC (Low Cost Carrier/Maskapai bertarif murah) Asia pertama yang mendapatkan approval dari FAA untuk terbang ke Amerika.
Namun, menurut Dendy, ada tantangan lain yang dihadapi maskapai, di antaranya kondisi politik dan keamanan Indonesia.
"Belum lagi, kita menghadapi masa pemilu 2019," katanya.
Selain itu kejadian-kejadian tak terduga seperti teror bom di Surabaya, kata Dendy, tentunya akan mempengaruhi jumlah penumpang.
Tentunya, kata Dendy, hal itu akan berpengaruh. Tapi, dia meyakini hal itu tidak akan berpengaruh signifikan bila pemerintah bisa meredam dan menangani isu-isu tersebut.
"Kalau mau objektif, di Eropa kejadian tersebut sering terjadi. Tapi, jumlah kunjungan turis ke London, di Paris, masih tinggi. Ini hanya soal bagaimana pemerintah mengelola isu. kredibilitas pemerintah diuji di situ," katanya. (lav/bir)