Menko Luhut Lantik Purbaya Yudhi jadi Deputi Kemenko Maritim

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 21/05/2018 18:10 WIB
Menko Luhut Lantik Purbaya Yudhi jadi Deputi Kemenko Maritim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melantik Purbaya Yudhi Sadhewa sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melantik Purbaya Yudhi Sadhewa sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada hari ini, Senin (21/5). Purbaya menduduki posisi yang sebelumnya dijabat oleh Arief Havas Oegroseno.

"Pada hari ini, pak Purbaya secara resmi menjadi Deputi I (Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim) yang sangat strategis baik di internal maupun eksternal," ujarnya dalam sambutannya saat melantik Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim di Gedung BPPT, Senin (21/5).

Luhut mengungkapkan setumpuk pekerjaan rumah telah menanti Purbaya dan segenap jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Utamanya terkait kebijakan kelautan Indonesia yang menurut Luhut masih perlu digalakkan dengan mensosialisasikan tujuh pilar.



Sebagai catatan, tujuh pilar kebijakan kelautan Indonesia terdiri dari pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia; pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan keselamatan di laut; tata kelola dan kelembagaan laut; ekonomi dan infrastruktur kelautan dan peningkatan kesejahteraan.

Kemudian, pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut; budaya bahari; dan diplomasi maritim.

Luhut meyakini, sebagai sosok yang profesional, Purbaya dapat menjalankan tugas barunya dengan baik. "Saya minta seluruh anggota Deputi I mendukung pejabat baru," katanya.

Di tempat yang sama, Purbaya mengaku telah mendapatkan instruksi dari Luhut untuk menyelesaikan sejumlah masalah terkait kedaulatan maritim. Mulai dari pencemaran lapangan minyak Montara di Laut Timor yang terjadi pada 21 Agustus 2009 hingga isu kedaulatan di Laut China Selatan.

"Yang paling penting, kami ingin memanfaatkan laut-laut kita untuk mensejahterakan masyarakat yang hidup di laut. Jadi bukan hanya di perbatasan tetapi juga kedaulatan ekonomi maritim," tutur ekonom yang lama berkarir di Danareksa Research Institute ini.


Sebelumnya, Purbaya sempat membantu Luhut sebagai staf khusus saat Luhut menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2015 silam. Setelah itu, Purbaya juga mendampingi Luhut sebagai Staf Khusus Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2015-2016) dan Staf Khusus Menko Maritim (2016-2018).

Dengan latar belakang seorang ekonom, Purbaya kerap memberikan Luhut masukan terkait perkembangan ekonomi nasional dan global.

"Persiapan khusus tidak ada, saya di sini (Kemenko Kemaritiman) sudah hampir dua tahun. Saya sudah mengerti apa pekerjaan yang dilakukan pak Havas sebelumnya, sehingga tidak semuanya baru untuk saya," tandasnya. (bir)