Pemerintah Kembali Tarik Utang Rp15 Triliun

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 17:00 WIB
Pemerintah Kembali Tarik Utang Rp15 Triliun Kementerian Keuangan berencana kembali menarik utang sebesar Rp15 triliun dari lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang dilakukan pada Selasa (24/5) kemarin. (REUTERS/Nyimas Laula)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan  kembali menarik utang sebesar Rp15 triliun dari lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang dilakukan Selasa (22/5) kemarin. SBN yang dilelang terdiri dari dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yakni SPN03180823 dan SPN12190214 serta tiga seri Surat Utang Negara (SUN) yakni FR0064, FR0065, dan FR0075 melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Mengutip situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah mendapatkan penawaran lelang sebesar Rp31,47 triliun, atau dua kali lipat dari jumlah nominal yang dimenangkan. Jumlah penawaran tertinggi dicatat oleh seri FR0064 dengan nilai Rp14,27 triliun, sementara penawaran terendah dibukukan oleh SPN03180823 sebesar Rp3,32 triliun.


Selain itu, himpunan dana paling banyak pun didapatkan dari lelang SUN dengan seri FR0064 dengan total nominal yang dimenangkan sebesar Rp6,75 triliun. Adapun, surat utang ini memiliki tenggat waktu hingga 15 Mei 2028 dengan rata-rata yield sebesar 7,47 persen dan kupon di angka 61,2 persen.


Setelah ini, pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tanggal 30 Mei 2018. Di dalam tender ini, pemerintah akan melelang enam seri SBSN yakni satu seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan lima seri Project Based Sukuk (PBS) yang ditujukan untuk memenuhi target pembiayaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Dari lelang ini, pemerintah berharap bisa menghimpun pembiayaan sebesar Rp4 triliun.


Tahun ini, pemerintah membutuhkan pembiayaan sebanyak Rp783,2 triliun, terdiri dari Rp55,8 triliun pinjaman dan Rp727,4 triliun SBN. Namun, Angka SBN ini kemudian ditambah lagi dengan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) jatuh tempo sebesar Rp119 triliun, sehingga angka total SBN yang diterbitkan pemerintah tahun ini rencananya sebesar Rp846,4 triliun.

Hingga akhir April 2018, pemerintah telah menarik pembiayaan SBN sebesar Rp189,7 triliun, di mana penarikan ini lebih kecil 6,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp202,8 triliun. Meski demikian, secara outstanding, total utang pemerintah tumbuh 13,99 persen. (agi/bir)