Rupiah Menguat Mendarat di Posisi Rp14.133 per Dolar AS

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 18:13 WIB
Rupiah Menguat Mendarat di Posisi Rp14.133 per Dolar AS Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat 0,53 persen atau 76 poin ke posisi Rp14.133 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Kamis (24/5). (REUTERS/Willy Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat 0,53 persen atau 76 poin ke posisi Rp14.133 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (24/5).

Namun, posisi rupiah di pasar spot rupanya berbanding terbalik dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Menurut data bank sentral nasional, rupiah hari ini melemah hingga ke posisi Rp14.205 per dolar AS atau turun 13 poin dari posisi kemarin, Rabu (23/5), di Rp14.192 per dolar AS.


Sebelumnya, ekonom dan analis menilai bahwa penguatan rupiah pada hari ini dipicu oleh pelantikan Gubernur baru BI Perry Warjiyo oleh Mahkamah Agung (MA) pada pagi tadi.

Usai pelantikan, Perry juga memberikan pernyataan yang semakin menguatkan rupiah. Dalam pernyataannya, Perry menyebut bank sentral nasional di bawah kepemimpinannya akan melihat kembali pengaturan tingkat suku bunga acuan BI ke depan.

"Kemarin sudah dinaikkan 25 basis poin, nanti akan juga kami merencanakan untuk lebih pre-emtif, front loading, dan ahead the curves dalam respons kebijakan suku bunga," tutur Perry siang tadi.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim melihat bahwa pasar langsung merespons pernyataan Perry, sehingga rupiah menguat dan berpotensi kembali menguat lagi pada esok hari.

"Besok kemungkinan rupiah menguat ke Rp14.073 per dolar AS," kata Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.


Sementara untuk mata uang negara lain, mengekor rupiah, mayoritas mata uang Asia ikut menguat. Mulai dari yen Jepang menguat 0,3 persen, baht Thailand 0,18 persen, dan dolar Singapura 0,13 persen.

Kemudian, rupee India menguat 0,12 persen, renmimbi China 0,08 persen, won Korea Selatan 0.08 persen, ringgit Malaysia 0,07 persen, dan dolar Hong Kong 0,03 persen. Hanya peso Filipina yang melemah 0,23 persen.

Untuk mata uang negara maju, franc Swiss menguat 0,44 persen, pound sterling Inggris 0,32 persen, dan euro Eropa 0,27 persen. Namun, dolar Australia melemah 0,05 persen, rubel Rusia minus 0,21 persen, dan dolar Kanada minus 0,23 persen.


(bir)