Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia ikut melemah. Mulai dari yen Jepang melemah 0,26 persen, baht Thailand minus 0,16 persen, dolar Singapura minus 0,14 persen, won Korea Selatan minus 0,13 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan peso Filipina minus 0,07 persen.
Mata uang negara maju juga rontok terhadap dolar AS. Franc Swiss melemah 0,08 persen, pound sterling Inggris minus 0,12 persen, euro Eropa minus 0,08 persen, dolar Australia minus 0,14 persen, dan dolar Kanada minus 0,14 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai bahwa penguatan rupiah akan berlanjut pada hari ini karena masih ada sentimen positif dari global maupun domestik. Ia memproyeksi rupiah bergerak di rentang Rp14.119-14.141 per dolar AS.
Dari global, keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan pertemuan dengan Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni mendatang di Singapura diperkirakan akan kembali mendapat tanggapan negatif oleh pasar dan melemahkan dolar AS.
Dari domestik, penguatan rupiah diperkirakan masih mendapat sentimen positif dari pelantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur baru Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pasar berharap ada perbaikan nilai tukar rupiah di bawah komando Perry.
"Di sisi lain, ada penilaian terhadap kenaikan suku bunga acuan BI (pada pekan lalu) yang belum tentu akan langsung mendorong margin bunga bersih perbankan, tampaknya ini tidak terlalu dihiraukan," katanya. (agi)