Bos Baru BI Sebut Rupiah Lunglai karena Ekspektasi Pasar

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 16:53 WIB
Bos Baru BI Sebut Rupiah Lunglai karena Ekspektasi Pasar Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Bank Indonesia (BI) baru Perry Warjiyo menyebut posisi rupiah yang telah melampaui nilai fundamentalnya atau overshooting belakangan ini, tak luput dari pengaruh laju ekspektasi pasar.

Hal ini membuat rupiah mudah berfluktuasi karena ekspektasi pasar juga mudah berubah, seiring dengan sentimen-sentimen yang ada.

"Ini banyak di-drive oleh dua hal, yaitu teknikal pasar dan oleh masalah ekspektasi. Ekspektasi terbentuk karena informasi yang dimiliki. Begitu informasi tidak pas, membuat ekspektasi kemudian bisa kemana-mana," ujar Perry di kantornya, Jumat (25/5).



Padahal, menurut Perry, ekspektasi yang dibangun oleh pelaku pasar, seharusnya tidak hanya terpacu pada satu informasi saja. Namun, juga mengkaji seluruh informasi yang ada.

Dengan begitu, ketika satu informasi bersifat negatif, namun ada beberapa informasi yang positif, seharusnya ekspektasi pasar tetap positif. Namun, yang terjadi saat ini justru sebaliknya.

"Sekarang di pengusaha, ekspektasi nilai tukar itu kan perkiraannya kemana-mana. Banyak perkiraan nilai tukar yang saya lihat tidak berdasarkan assessment ekonomi," katanya.

Untuk itu, Perry bilang, dirinya akan segera 'duduk bareng' industri perbankan dan dunia usaha untuk menyamakan persepsi dan ekspektasi terhadap nilai tukar rupiah. Adapun BI berpandangan bahwa nilai rupiah memang overshooting dari sisi nominal, namun pergerakannya cukup stabil.


"Itulah kenapa saya ingin bertemu dengan perbankan dan dunia usaha, untuk menjelaskan dan memberi informasi agar nanti ke depan, pembentukan ekspektasi akan lebih baik dan mendekati fundamental," pungkasnya.

Sebelumnya, Perry menyebut akan menggunakan kebijakan moneter berupa pengaturan tingkat suku bunga acuan BI (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebagai instrumen kunci untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Pada hari ini, rupiah berada di posisi Rp14.125 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan pasar spot. Sedangkan berdasarkan kurs referensi BI (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor), rupiah berada di angka Rp14.166 per dolar AS. (lav/lav)