Giliran Jasa Marga Persoalkan Klaim ke AJB Bumiputera

Christine Novita Nababan & Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 09:36 WIB
Giliran Jasa Marga Persoalkan Klaim ke AJB Bumiputera Setelah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kini giliran PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mempersoalkan perkembangan klaimnya di AJB Bumiputera. (Diolah dari Thinkstock/Hemera Technologies).
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, kini giliran PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mempersoalkan perkembangan klaimnya di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, menyusul pertemuan kedua pihak yang akan digelar hari ini, Kamis (31/5).

Informasi yang diterima CNNIndonesia.com, manajemen Jasa Marga mengundang Pengelola Statuter AJB Bumiputera untuk meminta penjelasan terkait pemberitaan media mengenai kondisi keuangan AJB Bumiputera.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto tersebut, perusahaan juga meminta progres pembayaran klaim asuransi Purna Karya yang sudah diklaim sebelumnya.


Selain itu, Jasa Marga juga mempertanyakan perkembangan pengelolaan program Purna Karya Karyawan yang diserahkan ke AJB Bumiputera sejak keduanya menjalin kerja sama pada 19 Desember 2007 silam.

Mengutip isi surat tersebut, Jasa Marga menjalin kerja sama pengelolaan program Purna Karya Karyawan dengan nomor kontrak 34/Kontrak-DIR/2007 dan 441/AJB/JM/PKS/12/07.

"Kami bermaksud meminta informasi yang valid dari tangan pertama, tentang perkembangan sejauh ini," ujar AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso kepada CNNIndonesia.com.


Pengelola Statuter AJB Bumiputera Adhie Massardi mengelak terjadinya pertemuan dengan Jasa Marga. Namun, ia mengingatkan, kalau pun terjadi pertemuan, hanya sebatas menanyakan angka-angka dalam pengelolaan program.

"Kami nggak tahu ya (pertemuan), biasanya pertemuan mencocokkan angka-angka saja. Kayak yang Telkom saja. Kalau mereka membatalkan kerja sama ya rugi. Jadi, semua masih sesuai perjanjian. Pembayaran klaim lancar, semua lancar," imbuh dia.

Sebelumnya, sebanyak 3.000 karyawan Telkom mengancam menebus polis di AJB Bumiputera apabila persoalan yang membelit perusahaan asuransi jiwa tertua tersebut tak kunjung selesai.


Seperti diketahui, AJB Bumiputera mengalami permasalahan keuangan. Aset dan kewajibannya timpang jauh. Gangguan kesehatan itu bahkan menahun dalam beberapa tahun terakhir.

Yang terbaru, AJB Bumiputera disebut memiliki klaim lebih dari Rp1 triliun dan dalam kondisi kesulitan bayar. Hal itu tercermin dari surat permintaan maaf manajemen kepada pemegang polis terkait penundaan pembayaran klaim.


(bir)