Hal tersebut disampaikan Susi dalam kunjungan kerjanya di Tokyo, Jepang, saat bertemu dengan Chairman Japanese External Trade Organization (Jetro) Hiroyuki Ishige.
Jetro merupakan organisasi perdagangan eksternal Jepang yang terkait dengan pemerintah dan bertugas mempromosikan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya positif. Tangkapan tuna jauh meningkat. Untuk itu, kami mengundang investor Jepang untuk berinvestasi di lokasi SKPT di Indonesia," ujar Susi dikutip dari Antara, Jumat (1/6)
"Stok ikan lestari naik tinggi, biomassa tumbuh 3,6 kali. Surplus perdagangan komoditi perikanan pada kuartal I ini (2018) hampir US$1 miliar. Hasilnya sangat luar biasa," ungkapnya.
Ia menjelaskan penangkapan ikan tuna di Indonesia juga mengalami peningkatan sehingga nelayan tidak perlu lagi jauh ke tengah laut untuk menangkap ikan tuna. Oleh karena itu, hal ini merupakan kesempatan besar bagi Jepang untuk melakukan investasi dalam revitalisasi industri tuna.
Jepang, menurut dia, juga dapat membangun pelabuhan baik untuk penangkapan ikan maupun pelabuhan umum.
"Sea port-nya untuk pelabuhan umum dan pelabuhan perikanan, dual function," tandasnya. (agi/antara)