Darmin: Waspadai Inflasi dari Tiket Mudik Lebaran 2018

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 05/06/2018 07:12 WIB
Darmin: Waspadai Inflasi dari Tiket Mudik Lebaran 2018 Ilustrasi pemudik yang menggunakan kereta. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pemerintah mewaspadai potensi lonjakan inflasi dari kenaikan harga tiket transportasi mudik Lebaran 2018, terutama tiket pesawat.

Pasalnya, meski laju inflasi Mei terbilang rendah, yaitu 0,21 persen, namun potensi inflasi lebih tinggi masih membayangi pada Juni 2018, saat arus mudik masyarakat yang merayakan Lebaran.

"Yang perlu kami jaga juga di akhir Ramadan, biasanya itu adalah tiket pesawat. Itu harus diperhatikan," ujarnya, Senin (4/6).


Kendati begitu, ia enggan memperkirakan laju inflasi bulan depan. Karena, dari sisi komponen harga bergejolak, pemerintah telah menjaga ketersediaan pasokan dan harga bahan pangan selama Ramadan.

"Keinginan pemerintah memang harga-harga bahan makanan terkendali. Tadinya kami khawatir daging ayam sedikit naik, memang ini naik, tapi telur ayam, beras, itu oke semua," katanya.

Khususnya, untuk beras, pemerintah mengklaim masih fokus menurunkan harga beras. Tren penurunan harga beras saat ini masih belum sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan.


Berdasarkan ketentuan HET, harga beras kualitas medium seharusnya berada di kisaran Rp9.450 per kilogram (kg). Namun, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), rata-rata harga beras secara nasional mencapai Rp11.750 per kg.

"Ini pemerintah masih ingin beras kembali ke angka HET," imbuh dia.

Darmin meyakni ketersediaan pasokan beras mencukupi dan bisa menurunkan harga beras ke depan dengan panen raya dan masuknya beras impor.


Untuk daging ayam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku akan segera meminta pemasok untuk menambah pasokan ke pasar. Agar harga bisa turun.

Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa daging ayam masih menjadi salah satu komoditas yang menyumbang inflasi karena harganya masih terus naik.

"Dari sisi suplai, kami minta yang besar pemasok ayam beku sudah mulai masuk ke pasar," pungkasnya.

Berdasarkan data BPS, untuk bahan makanan, inflasi disumbang oleh daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi, yaitu cabai merah, bawang putih, dan beras.


(bir)