Bahkan, inflasi ini lebih tinggi dari inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang hanya 0,21 persen pada bulan yang sama.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi tinggi IHPB disumbang oleh sejumlah komoditas ekspor nonmigas dengan laju inflasi hingga 0,82 persen. Sedangkan komoditas impor nonmigas inflasi 0,48 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahan bakar mineral ini seperti hasil tambang, biji kerak, abu logam, hingga alat-alat mesin pesawat," ujar Ketjuk, sapaan akrabnya di kantor BPS, Senin (4/6).
Mulai dari bak dan tangki naik 1,7 persen, bahan bangunan dan aluminium 1,37 persen, pipa dan aksesorisnya 0,81 persen, perlengkapan listrik 0,53 persen, dan bahan bangunan siap pasang dari kayu 0,48 persen.
Lihat juga:BPS: Inflasi Rendah Bukan Karena Bulan Puasa |
Sedangkan inflasi IHK disumbang oleh kenaikan harga mie instan, air kemasan, rokok kretek, tarif kontrakan rumah, upah asisten rumah tangga, hingga bahan makanan.
"Bahan makanan yang menyumbang inflasi karena ada kenaikan harga, yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. Namun, ada yang mengalami penurunan harga, seperti cabai merah, bawang putih, dan beras," pungkasnya.