Lebaran, Maskapai Tarif Rendah Tambah Puluhan Ribu Kursi

Agustiyanti, CNN Indonesia | Jumat, 08/06/2018 12:45 WIB
Lebaran, Maskapai Tarif Rendah Tambah Puluhan Ribu Kursi Maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) mempersiapkan puluhan ribu kursi tambahan guna mengantisipasi tingginya permintaan selama mudik Lebaran. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) mempersiapkan puluhan ribu kursi tambahan guna mengantisipasi tingginya permintaan selama mudik Lebaran.

Lion Air Group misalnya, telah mempersiapkan 20.330 kursi penerbangan tambahan selama masa angkutan lebaran 2018 untuk layanan domestik. Adapun, seluruh kursi tambahan ini dipersiapkan untuk maskapai di bawah naungan Lion Air Group, seperti Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

Penerbangan tambahan ini efektif berlaku mulai tanggal 6 Juni hingga 30 Juni 2018 mendatang, di mana periode tersebut dianggap sebagai puncak arus mudik dan arus balik. Selain itu, tambahan kursi ini juga disesuaikan dengan proyeksi kenaikan permintaan sebesar 10 persen hingga 15 persen dari total kapasitas operasional reguler.


Chief Executive Officer (CEO) Lion Air Group Edward Sirait mengatakan tambahan kursi ini ditentukan usai melakukan analisis pasar terkait rute yang memiliki permintaan tinggi, frekuensi penerbangan, hingga jam operasional bandara.

"Untuk jenis pesawat yang dioperasikan akan menyesuaikan dengan peningkatan trafik arus mudik Lebaran pada tahun ini," jelas Edward melalui siaran pers, dikutip Kamis (7/6).

Secara lebih rinci, tambahan kursi ini terdiri dari Lion Air sebanyak 11.718 kursi atau 62 penerbangan tambahan, Batik Air sebanyak 6.020 kursi atau 35 penerbangan, dan Wings Air sebanyak 2.591 kursi atau 36 penerbangan.


Sebagian besar penerbangan tambahan berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 26 penerbangan. Namun, penerbangan tambahan juga ditujukan bagi pesawat yang berangat dari Bandara Internasional Juanda sebanyak 15 penerbangan, serta Bandara Internasional Halim Perdanakusuma sebanyak tujuh penerbangan.

"Untuk memastikan kelancaran operasional, kami patuh serta menjalankan sesuai standar operasional, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," imbuh Edward.

Di sisi lain, Indonesia AirAsia juga berencana untuk menambah kursi tambahan sebanyak 14.040 kursi di masa mudik lebaran tahun ini. Tambahan kursi ini disebar ke delapan rute penerbangan berbeda dengan periode 8 Juni hingga 24 Juni mendatang.

Rute-rute tersebut, yakni rute Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Jakarta yang akan diberikan tambahan kursi masing-masing sebanyak 2.340 kursi. Kemudian, rute Surabaya-Denpasar dan Denpasar-Surabaya masing-masing akan ditambah kursi sebanyak 1.620 kursi.


Lalu rute Jakarta-Yogyakarta dan Yogyakarta-Jakarta yang masing-masing akan ditambah 2.340 kursi. Terakhir, rute Surabaya-Johor Bahru dan Johor Bahru-Surabaya akan ditambah kursi masing-masing sebanyak 720.

Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mengatakan jumlah kursi tambahan ini lebih sedikit dibandingkan masa lebaran tahun lalu yang mencapai 24 ribu kursi tambahan. Namun menurutnya, hal ini disebabkan karena tingkat utilisasi pesawat yang dimiliki AirAsia saat ini sudah penuh.

"Penerbangan tambahan selama periode Lebaran ini kami layani dengan memanfaatkan sisa waktu dari utilisasi pesawat kami. Jumlah kursi yang ditambahkan pada periode liburan Idul Fitri tahun ini lebih sedikit dikarenakan memang tingkat utilisasi pesawat kami untuk tahun ini sudah cukup tinggi," ujaer Rifai kepada CNNIndonesia.com. (agi/agt)